PSIS Semarang belum mampu menunjukkan kebangkitan pada putaran kedua Championship 2025/2026. Meski melakukan sejumlah perekrutan pemain baru di paruh musim, kemenangan masih sulit diraih oleh Laskar Mahesa Jenar.
Pemain senior PSIS, Otavio Dutra, mengakui hasil di putaran kedua jauh dari harapan dan menimbulkan kekecewaan di dalam tim. Namun demikian, ia menilai kondisi tersebut wajar mengingat banyak pemain baru yang belum lama bergabung.
"Ya, memang bukan hasil yang kita inginkan. Tapi kita juga harus sadar, kami baru datang ke PSIS dan baru menjalani beberapa pertandingan. Jadi memang masih dalam proses mencari komposisi terbaik," ujar Dutra dalam keterangan yang diterima detikJateng pada Jumat (6/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSIS sendiri langsung berbenah menatap putaran ketiga dengan kembali menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) di Yogyakarta. Dutra menyebut TC ini cukup positif dan menjadi modal penting bagi PSIS sebelum kembali bertarung di fase krusial.
"Sekarang sudah masuk putaran ketiga dan saya yakin akan lebih baik. Kami mulai TC, mulai lebih dekat satu sama lain. Dengan pelatih baru, kami mengikuti instruksi dia. Dalam beberapa hari ini saja sudah terlihat tim yang berbeda, terutama dari segi organisasi dan kerja sama," ungkapnya.
Terkait kehadiran pelatih anyar Alfredo Vera, Dutra mengaku tidak asing dengan sosok tersebut. Ia menilai Vera memiliki kualitas dan mampu memberikan dampak positif bagi tim.
"Saya sudah pernah bekerja sama dengan Coach Alfredo Vera, jadi saya tahu kualitas dia. Kehadirannya juga bagus untuk tim, terutama bagi pemain belum banyak mendapat kesempatan bermain. Coach pasti akan melihat dan menentukan komposisi terbaik untuk PSIS," pungkasnya.
(alg/apu)











































