Kota Solo memberikan kesan tersendiri bagi Gelandang Persib Bandung, Thom Haye. Bukan tanpa sebab, Thom Haye memiliki ikatan emosional dengan Kota Solo.
Haye memiliki keturunan Indonesia dari sang kakek yang lahir di Kota Solo. Selain itu, nenek Haye juga lahir di Indonesia, tepatnya di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.
"Sejujurnya, terakhir kali saya ke sini (Solo) terasa sangat emosional. Jika saya memikirkan mengenai hal itu, sekitar 100 tahun yang lalu dia (kakek) terlahir di Kota ini, jadi saya sudah sangat menantikan untuk bisa berada di sini. Saya merasa sangat antusias, dan ini adalah hari yang spesial juga untuk keluarga saya. Jadi saya merasa senang kami bisa menang," kata Haye, kepada awak media usai laga di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain berusia 30 tahun itu, hampir bermain penuh saat menghadapi Persis Solo. Dia digantikan oleh Robi Darwis pada menit ke-90.
Kontribusi pemain Timnas Indonesia itu membantu Maung Bandung menang tipis atas Persis Solo. Ia merasa senang bisa meraih 3 poin ini, yang membuat timnya semakin kokoh di puncak klasemen sementara.
Haye mengaku senang bisa bermain di Stadion Manahan. Menurutnya Stadion Manahan sangat bagus, sehingga dia berharap Persis Solo bisa bertahan musim depan.
"Jika kalian melihat stadionnya, ini adalah salah satu lapangan terbaik yang pernah kami mainkan sejauh ini. Jadi, saya sangat berharap mereka (Persis) bisa bertahan," ucapnya.
Saat disinggung bagaimana suasana Kota Solo, Haye mengaku senang berada di Solo. Dia berharap bisa kembali lagi ke Solo suatu saat nanti.
"Sulit menggambarkan bagaimana suasana kota ini, karena kami lebih banyak menghabiskan waktu di hotel. Namun, saya sudah mencoba untuk mengunjungi beberapa tempat. Rasanya menyenangkan, dan saya ingin kembali lagi ke kota ini suatu saat nanti," pungkasnya.
(aku/aku)











































