Tamat Karier Kiper PSIR Rembang Buntut Tendangan Kungfu ke Pemain Persikaba

Round-Up

Tamat Karier Kiper PSIR Rembang Buntut Tendangan Kungfu ke Pemain Persikaba

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 23 Jan 2026 07:03 WIB
Tangkapan layar memperlihatkan tendangan kungfu dilakukan kiper PSIR Rembang ke arah pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas, Rabu (21/1/2026).
Tangkapan layar memperlihatkan tendangan kungfu dilakukan kiper PSIR Rembang ke arah pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas, Rabu (21/1/2026). Foto: dok. Manajer Persikaba Blora Muhammad Imfron
Solo -

Kiper PSIR Rembang, Raihan Ably Valent Ramdan Alfariq, harus menerima konsekuensi buntut tendangan kungfu yang dilayangkannya ke pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta. Komite Disiplin (PSSI) Jawa Tengah (Jateng) menjatuhkan sanksi berat.

Komdis PSSI Jateng menetapkan larangan berkecimpung di sepakbola seumur hidup kepada Raihan. Keputusan larangan bermain seumur hidup itu diputuskan Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah pada sidang yang digelar Rabu (21/1/2026) malam. Melalui surat Putusan No 52/KD.L4/PSSI.JTG/I/2026 l, Komdis menilai penjaga gawang PSIR Rembang itu melakukan Tindakan kekerasan (Violent Conduct), dengan sengaja mengangkat kakinya secara berlebihan sehingga mencederai pemain Persikaba. Aksi tersebut juga dinilai dapat mengancam keselamatan pemain.

Komite Disiplin merujuk Pasal 48 jo. Pasal 49 jo. Pasal 10 jo Pasal 19 Kode Disiplin 2025 memutuskan sanksi hukuman larangan beraktivitas dan berpartisipasi di sepakbola di bawah naungan PSSI seumur hidup. Serta sanksi denda sebesar Rp 5 juta atas pelanggaran terhadap ketentuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, menyatakan keputusan tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang mendasari pelaksanaan Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

"Hal tersebut tertuang dalam Kode Disiplin PSSI 2025 tentang pelanggaran berat dan kekerasan serta tingkah laku buruk terhadap pemain lawan" ujar Samuel di Semarang, Kamis (22/1/2026).

Samuel Evan juga mengatakan langkah tegas ini diharapkan mampu menyadarkan semua pelaku kompetisi di Liga 4 Jateng.

"Langkah tegas yang diambil Komdis Asprov PSSI Jateng juga untuk menciptakan sepakbola yang aman, nyaman dan fair play. Semoga keputusan ini menjadi pengingat dan pembelajaran bagi kita semua, agar Liga 4 Jawa Tengah berjalan baik berdasarkan ketentuan yang mengaturnya," jelas Evan.

Sementara itu untuk sanksi yang diberikan bagi perangkat pertandingan berdasarkan memo internal yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin kepada Komite Wasit PSSI Jawa Tengah adalah memberikan rekomendasi untuk mendapatkan pembinaan kembali kepada Wasit yang dinilai under perform saat memimpin pertandingan tersebut, melalui hukuman tidak ditugaskan lagi pada kompetisi dan pertandingan lainnya di bawah lingkup PSSI dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.

1. Kiper PSIR Minta Maaf

Raihan akhirnya buka suara. Dalam rekaman yang diunggah di akun resmi PSIR, dia mengaku saat itu hanya refleks, dan tidak bermaksud mencederai lawan.

"Saya sebagai kiper PSIR Rembang, dalam laga melawan Persikaba Blora pada hari Rabu (21/1) sore tadi. Saya dalam kesadaran penuh dan atas nama pribadi saya memohon maaf atas insiden yang menimpa salah satu pemain Persikaba Blora atas nama Rizal Dimas Agesta," kata Raihan.

"Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikitpun niatan untuk mencederai saudara kami Rizal. Saya juga meminta maaf kepada segenap manajemen dan ofisial Persikaba Blora atas Insiden sore tadi. Begitu pula saya juga meminta maaf kepada manajemen dan ofisial PSIR Rembang," ujar dia.

2. Persikaba Sebut Tindakan Raihan Brutal

Head Coach Persikaba, Gusnul Yakin, menyebut yang dilakukan Raihan adalah aksi brutal. Ia menilai, tendangan kungfu itu bisa menyebabkan cedera.

"Itu terlalu brutal saya kira. Sesama pemain dengan koleganya sendiri ngapain harus diambil kayak gitu (tendangan kungfu). Ya untungnya kemarin Rizal itu anaknya refleks dengan mengikuti arah tendangan itu. Tapi itu sangat brutal saya kira," jelasnya.

Gusnul mengatakan, tendangan kungfu itu seharusnya pelanggaran dan berbuah kartu, namun wasit tidak meniup peluit dan permainan berlanjut.

"Wasit saya kira seharusnya bisa mengambil tindakan tegas, memberi kartu. Tetapi ternyata keputusan wasit menganggap itu tidak pelanggaran, dan tidak ada kartu untuk kiper PSIR Rembang," ujar dia.

Karena itu, Gusnul menyambut baik sanksi dari Komdis PSSI Jateng.

"Saya kira itu keputusan yang tepat ya. Sekarang itu harus kayak gitu. Supaya enggak ada kejadian yang begitu-begitu terus. Dan sanksi itu sudah benar. Biar ada efek jera, biar tidak ada pemain lain yang seperti itu lagi," ucap Gusnul.

3. PSIR Bakal Ajukan Banding

Pihak PSIR Rembang menegaskan bahwa mereka akan mengajukan banding.

"Kami masih membuka peluang untuk mengajukan banding. Terkait waktunya akan kami tentukan kemudian. Kiper kami masih berusia 20 tahun dan tentu akan kami perjuangkan secara maksimal," kata Manajer PSIR Rembang, Rasno, saat dihubungi detikJateng pada Kamis (22/1) malam.

Rasno mengatakan, fokus utama tim saat ini ialah mempersiapkan diri menghadapi laga babak 16 besar. PSIR Rembang dijadwalkan menjalani laga tandang melawan PSIK Klaten pada Minggu, 25 Januari 2026.

"Berdasarkan hasil rapat manajemen tadi, kami sepakat untuk lebih dulu memusatkan perhatian pada laga tandang dulu," ujar Rasno.

Terkait insiden tendangan kiper PSIR, Rasno menyebut manajemen telah berupaya menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pemain Persikaba Blora usai pertandingan. Namun upaya tersebut belum dapat terlaksana.

"Karena belum memungkinkan untuk bertemu langsung, kami menyampaikan permohonan maaf melalui akun resmi PSIR. Kiper kami juga sudah berkomunikasi melalui WhatsApp dengan pemain Persikaba. Upaya untuk bertemu sudah kami lakukan, tetapi belum bisa terwujud," ungkapnya.

4. Singgung Pemain Persikaba Bikin Bek PSIR Patah Tulang

Rasno melanjutkan dengan menyinggung aksi pemain Persikaba Blora kepada pemainnya. Ia mengungkap beknya bahkan menderita patah tulang dalam laga itu.

"Pemain kami sampai patah tulang, tapi dari manajemen dan ofisial PSIR tidak menuntut apa-apa dan tidak melapor ke mana pun," tuturnya.

"Rapat tadi juga membahas Sena pemain PSIR, bek sayap kiri, dicederai sampai patah saat lawan Blora kemarin. Pemain Blora bernama Teo. Tetapi kami tidak menuntut apa-apa," imbuhnya.

Karena itu, dia mengritik manajemen Persikaba Blora yang dianggap tidak sportif karena langsung memviralkan insiden tersebut. Menurut Rasno, Rizal tidak terluka.

"Manajemen Persikaba tidak sportif sedikit-sedikit membuat laporan dan diviralkan. Padahal pemain yang terlibat tidak mengalami apa-apa," ujar Rasno.

5. Terjadi Saat Kemelut di Kotak Penalti

Insiden dalam pertandingan Liga 4 Jateng yang dihelat di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1) berawal ketika pemain Persikaba mendapatkan tendangan bebas. Begitu tendangan dilepaskan, Rizal Dimas Agesta berusaha menyambut bola.

Namun, di depannya, kiper PSIR Raihan Alfariq juga berusaha menangkap bola. Saat berusaha menangkap bola, kaki Raihan terlalu tinggi dan langsung mengenai dada Rizal hingga tergeletak di kotak penalti.

Manajer Persikaba Blora, Muhammad Imfron, mengatakan gelandang serang bernomor punggung 7 tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit.

Imfron mengatakan, Rizal langsung dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis. Ia mengungkap terdapat bekas tendangan di dada Rizal.

"Ada videonya, dilihat saja videonya, sampai membekas di dadanya," ujar dia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Garuda Calling FIFA Series: Ada Elkan Baggott!"
[Gambas:Video 20detik]
(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads