PSIS Semarang harus pulang dengan tangan hampa usai takluk 1-2 dari tuan rumah PSS Sleman pada pekan ke-15 Championship 2025/2026. Hasil ini membuat Laskar Mahesa Jenar belum mampu menjauh dari papan bawah klasemen.
Meski kalah, pelatih PSIS Jafri Sastra menilai performa anak asuhnya tidak mengecewakan. Menurutnya, PSIS mampu tampil kompetitif sepanjang pertandingan, namun lengah di momen krusial jelang laga berakhir.
"Anak-anak sebenarnya bermain bagus dan sudah berjuang selama 90 menit. Kami tidak bermain buruk. Hanya saja di akhir pertandingan, Sleman bisa memanfaatkan peluang dan meraih tiga poin," ujar Jafri dalam keterangan yang diterima detikJateng pada Sabtu (10/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya untuk menatap laga berikutnya. Jafri berharap PSIS bisa segera bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen.
"Kami harus segera berbenah. Target kami jelas, PSIS harus berada di posisi yang lebih baik ke depannya," tegasnya.
Pada laga tersebut, PSIS juga belum diperkuat tiga pemain asing anyar yakni Aldair Simanca, Rafinha, dan Denilson. Absennya ketiga pemain tersebut diakui sedikit memengaruhi kreativitas tim di lapangan.
"Masalah administrasi pemain asing belum sepenuhnya clear sampai jelang pertandingan. Makanya mereka kami bawa, tapi belum bisa dimainkan. Kami hanya menurunkan pemain yang benar-benar siap dan sesuai regulasi," jelas Jafri.
(alg/alg)











































