Sejumlah mantan pemain Persela Lamongan merapat ke PSIS Semarang pada bursa transfer Januari. Berikut daftarnya.
Hijrahnya beberapa eks penggawa Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, ke Semarang terjadi setelah PSIS resmi diakuisisi oleh pengusaha perempuan bernama Datu Nova Fatmawati pada November 2025.
Datu Nova diketahui merupakan istri Fariz Julinar Maulisar, yang ketika itu menjabat sebagai CEO Persela. Kemudian pada akhir tahun 2025, Fariz mundur dari Lamongan dan menjadi COO (Chief Operating Officer) PSIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum detikJateng, berikut nama-nama mantan pemain Persela yang resmi direkrut PSIS Semarang:
1. Wawan Febrianto (Winger)
2. Ocvian Chanigio (Gelandang Serang)
3. Fahmi Al-Ayyubi (Winger)
4. Otavio Dutra (Bek Tengah)
5. Esteban Vizcarra (Gelandang Serang)
6. Alberto 'Beto' Goncalves (Striker)
7. Mario Londok (Kiper)
Semua Pemain Berstatus Free
Saat dimintai konfirmasi awak media, Fariz membantah bahwa semua pemain mengikuti dirinya ke Semarang. Ia menegaskan hijrahnya para pemain tersebut terjadi lewat diskusi profesional.
"Soal eksodus pemain Persela ke PSIS bukan berarti mereka mengikuti saya sebenarnya. Jadi ketika saya pamit dari Persela, kita diskusi dengan manajemen Persela, kita berdiskusi yang baiknya seperti apa, mungkin pelatih yang baru tidak memakai jasa-jasa mungkin pemain yang akhirnya ikut ke Semarang," ungkapnya, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan begitu pamit dari Lamongan, dia menemui manajemen Persela dan menanyakan soal pemain yang sekiranya tidak masuk ke dalam rencana tim di sisa musim Championship 2025/2026 nanti. Dari sana, dia mengungkap ada semacam kesepakatan para pemain untuk mengakhiri kontrak di Persela dan pindah berkostum Laskar Mahesa Jenar, sebutan PSIS.
"Jadi saya memfasilitasi, ini mau dipakai tidak, seperti itu, kalau tidak kan saya support ya, artinya bagaimana kalau tidak dipakai di sana kan kasian juga, yang pertama beban buat tim, yang kedua kasian pemain tidak bermain, seperti itu. Akhirnya dilakukanlah apa namanya, mereka mutual agreement untuk mengakhiri kerja sama dan kontrak baru di PSIS Semarang," paparnya.
"Jadi bukan peminjaman ya, ada mutual agreement yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak dan akhirnya mereka statusnya free semua. Jadi tidak ada pinjaman, statusnya free semua kemudian bergabung ke PSIS," tambahnya.
(apu/dil)











































