Misi Persijap Jepara Keluar Zona Merah Saat Jamu PSIM Jogja Besok

Misi Persijap Jepara Keluar Zona Merah Saat Jamu PSIM Jogja Besok

Dian Utoro Aji - detikJateng
Senin, 22 Des 2025 14:31 WIB
Misi Persijap Jepara Keluar Zona Merah Saat Jamu PSIM Jogja Besok
Persijap Jepara saat konferensi pers menjelang laga melawan PSIM Jogja di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Senin (22/12/2025). (Foto: dok. Persijap Jepara)
Jepara -

Persijap Jepara bakal menjamu PSIM Jogja pada pekan ke-15 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa (23/12/2025) malam. Laskar Kalinyamat bertekad menang demi keluar dari zona degradasi klasemen sementara.

Persijap Jepara saat ini berada di peringkat 16 klasemen. Laskar Kalinyamat mengoleksi 8 poin hasil 2 kali menang, 2 seri, dan 9 kalah.

Persijap Jepara terpaut satu poin dengan Semen Padang dan Persis yang ada di dasar klasemen sementara. Sementara lawannya, PSIM Jogja bertengger di peringkat 6 dengan 22 poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil ini pun menjadi tantangan bagi klub asal Kota Ukir untuk keluar dari zona degradasi. Karteker Pelatih Kepala Persijap, Danang Suryadi menjelaskan performa tim di akhir paruh musim ini kurang bagus.

"Untuk pertandingan di mana situasi kurang bagus, hampir dua minggu ini kita mempersiapkan terbaik dari fisik dan mental terbaik untuk bisa menyambut poin pada pertandingan lawan PSIM nanti," terang dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/12/2025).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, seluruh pemain Persijap Jepara sudah siap untuk bermain. Baik secara fisik maupun strategi yang akan diterapkan oleh pelatih barunya.

"Alhamdulillah semua pemain sudah siap masuk, kita juga kedatangan pelatih baru, mudah-mudahan hasilnya bisa dapat poin penuh," ujarnya.

Lebih lanjut saat ini Persijap menunjuk nama Divaldo Da Silva Teixeira Alves sebagai pelatih kepala menggantikan Mario Lemos. Divaldo meski baru dua hari ini diharapkan bisa membawa Persijap bangkit dan meraih kemenangan di kandang sendiri.

"Agak sulit ya, karena baru dua hari. Tapi kita optimis ya bisa kompak dan satu tujuan, pelatih baru bisa berkomunikasi bisa berbagai bahasa dari Portugis, Spanyol dan Bahasa Inggris dan Indonesia sehingga akan lebih mudah untuk mendapatkan kimmisteri tadi, ilmu yang dipahami," jelasnya.

"Kita optimistis hasil akan baik, ketika semua sudah berjuang dan berusaha dengan pelatih baru, semangat itu yang penting," pungkas dia.




(aku/afn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads