Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Slogo, Kecamatan Tanon. Jembatan tersebut kini menjadi penghubung dua dukuh, yakni Karang Tanjung dan Tileng.
Dibangunnya jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur dan membuka wilayah pedesaan yang terisolir. Jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga, memperlancar aktivitas sosial, pendidikan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Turut hadir dalam peresmian jembatan tersebut Wakapolres Sragen, para pejabat utama Polres Sragen, jajaran kapolsek, Forkopimcam Tanon, pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, dan warga Desa Slogo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, saat meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Slogo, Kecamatan Tanon. Foto: Dok. Polres Sragen |
Kapolres Sragen mengatakan Jembatan Merah Putih Presisi dibangun sebagai wujud pengabdian Polri kepada masyarakat. Dewiana mengatakan, jembatan itu dibangun juga sebagai dukungan terhadap program pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan infrastruktur yang aman dan layak.
"Kami berharap jembatan ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak ada lagi hambatan bagi anak-anak untuk berangkat sekolah, maupun warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari. Inilah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat," ungkap Dewiana dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Jumat (2/1/2026).
Dewiana turut mengapresiasi kehadiran anggota DPR RI Ir. Sriyanto Saputro dalam peresmian jembatan yang turut memberikan dukungan sehingga pembangunan jembatan dapat diselesaikan.
Jembatan yang dibangun itu memiliki panjang 10,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi sekitar 7 meter dari permukaan air. Jembatan tersebut dilengkapi pagar pengaman setinggi 1 meter di sisi kiri dan kanan, serta dirancang kokoh dan aman untuk dimanfaatkan masyarakat.
Sebelum jembatan dibangun, akses dua dukuh itu kerap terkendala, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut pun menyulitkan warga, termasuk siswa yang hendak pergi ke sekolah dan petani yang mengangkut hasil panen. Hadirnya jembatan tersebut membuat akses transportasi menjadi lebih lancar dan aman.
(alg/afn)












































