Sejarah Roti Ganjel Rel, Jajanan Khas Semarang yang Melegenda

Sejarah Roti Ganjel Rel, Jajanan Khas Semarang yang Melegenda

Desi Rahmawati - detikJateng
Jumat, 20 Feb 2026 13:44 WIB
Roti ganjel rel merupakan makanan khas Semarang. Berikut ini sejarah asal-usulnya.
Roti ganjel rel. Foto: Detikfood
Solo -

Kota Semarang tidak hanya dikenal dengan lumpia dan bandengnya yang lezat. Ibu kota Jawa Tengah ini juga memiliki jajanan legendaris, yakni roti ganjel rel.

Nama roti ganjel rel memiliki nama yang unik karena menggunakan kata yang berhubungan dengan kereta api. Berkat namanya yang unik ini justru menjadikan roti ganjel rel sebagai daya tarik tersendiri bagi kuliner Semarang.

Nama roti tersebut tentu saja memiliki asal-usul yang berkembang sejak masa kolonial Belanda. Sejarah roti ganjel rel ini mencerminkan kondisi budaya dan sosial masyarakat pada zaman dahulu. Bagaimanakah cerita perjalanan roti ganjel rel di Semarang? Mari telusuri kisahnya dalam artikel ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Roti Ganjel Rel

Roti ganjel rel adalah salah satu jajanan khas Semarang. Mengutip buku Khazanah Tata Boga Jawa Tengah karya Srie Julie Rachmawatie, roti ganjel rel merupakan roti berbentuk kotak dan berwarna cokelat dengan taburan wijen di atasnya. Roti ganjel rel memiliki tekstur yang padat. Cita rasa roti ini kaya akan rasa kayu manis yang khas. Tidak heran jika jajanan khas satu ini sangat digemari masyarakat.

Oleh masyarakat Semarang, roti tersebut dinamakan ganjel rel karena teksturnya yang bantat sehingga tampak seperti bantalan rel kereta api. Roti ganjel rel juga dikenal sebagai roti gambang karena bentuknya yang mirip dengan alat musik gambang.

ADVERTISEMENT

Sejarah Roti Ganjel Rel

Keberadaan roti ganjel rel di Semarang berasal dari sejarah yang panjang pada masa penjajahan Belanda. Dalam sebuah publikasi ilmiah berjudul Roti Ganjel Rel: Mengungkap Cerita dan Eksistensi dari Warisan Makanan Khas Kota Semarang oleh Rahma Danisa Eka Safitri dalam Jurnal Kajian Kebudayaan Vol.19, Nomor 1, menyebutkan bahwa roti ganjel rel hadir dari tradisi Belanda saat berada di Semarang pada abad ke-19.

Seorang sejarawan Semarang, Jongkie Tio, menjelaskan bahwa roti ganjel rel ada ketika Belanda pindah dan tinggal ke Indonesia. Selain bertujuan untuk mencari rempah-rempah, mereka juga membawa budaya kuliner Barat. Pada zaman tersebut, roti ganjel rel tersebut digunakan sebagai pendamping saat minum teh dan sarapan.

Roti ganjel rel tersebut kemudian menjadi bentuk akulturasi budaya. Roti tersebut terinspirasi dari roti Belanda yang disebut dengan ontbijkoek. Roti ontbijkoek ini terbuat dari gandum hitam dan rempah-rempah, seperti cengkeh, kayu manis, jahe, dan pala.

Roti ontbijkoek dalam bahasa Belanda memiliki arti kue yang dimakan untuk sarapan. Roti khas Belanda ini juga disebut oleh mereka sebagai kue rempah karena memakai rempah-rempah sebagai bahan utama. Tekstur dan rasa dari roti ontbijkoek inilah yang menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, khususnya Semarang membuat roti ganjel rel.

Eksistensi Roti Ganjel Rel di Masa Sekarang

Masih dikutip dari sumber yang sama, keberadaan roti ganjel rel sejak masa kolonial Belanda telah menjadi jajanan yang terus diwariskan. Namun, sejak abad ke-19 hingga sekarang, roti ganjel rel mengalami perubahan, terutama pada bahan utamanya.

Diketahui bahwa pada zaman dahulu, roti ganjel rel dibuat menggunakan tepung gaplek tanpa campuran telur. Hal ini tentu berbeda dengan bahan roti ganjel rel di masa sekarang. Kini, kebanyakan masyarakat membuat roti ganjel rel menggunakan tepung terigu dan telur.

Kemudian, keberadaan roti ganjel rel sejak dahulu digunakan sebagai kuliner khas tradisi dugderan di Semarang. Lalu, apakah sekarang masih menjadi makanan khas dugderan? Jawabannya adalah masih. Berdasarkan postingan media sosial Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, roti ganjel rel masih menjadi rebutan masyarakat Semarang ketika perayaan Dugderan.

Kendati demikian, keberadaan roti ganjel rel di masa sekarang terbilang sedikit sulit ditemukan. Untuk mendapatkannya, baik masyarakat maupun pengunjung perlu mencarinya ke pasar tradisional seperti Pasar Johar, Semarang.

Nah, itulah penjelasan tentang sejarah roti ganjel rel yang hingga sekarang tetap menjadi jajanan khas Semarang yang melegenda. Semoga bermanfaat, lur!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(par/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads