Cerita Inspiratif Mantan Tukang Becak Jadi Juragan Toko Lumpia Semarang

Tim detikFood - detikJateng
Senin, 04 Jul 2022 18:32 WIB
Kisah sukses mantan tukang becak jualan lumpia Semarang.
Kisah sukses mantan tukang becak (Foto: YouTube Kawan Dapur)
Solo -

Kisah penjual lumpia Semarang, Sutarman, menjadi cerita inspiratif yang memantik motivasi. Berawal dari profesi sebagai tukang becak, dia kini memiliki toko oleh-oleh lumpia.

Cerita tentang Sutarman diunggah akun YouTube Kawan Dapur, detikFood telah mendapatkan izin untuk membagikan kisah ini. Perjalanan Sutarman hingga memiliki toko oleh-oleh ini tak mulus.

Dia pernah mengalami jatuh bangun saat merintis usaha toko oleh-oleh bernama Lunpia Semarang 24 jam di Jalan Pemuda No 30 Pandansari, Semarang, Jawa Tengah.


"Awalnya saya kan kerja ikut orang, ikut orang gajinya nggak cukup anak saya tiga waktu itu. Saya terus keluar, mandiri sendiri gitu. Saya kerja becak di Masjid Kauman itu, terus saya pelan-pelan ngumpulin uang buat bikin gerobak jualan," cerita Sutarman.

Kisah sukses mantan tukang becak jualan lumpia Semarang.Kisah sukses mantan tukang becak jualan lumpia Semarang. Foto: YouTube Kawan Dapur

Kala itu, Sutarman hanya memiliki modal Rp 600 ribu. Uang itu pun didapatkan dari hasil pinjaman.

"Uang modal 600 ribu itu saya pinjam pinjam, saya nggak punya uang tunai. Pas bikin gerobak juga nyambi pekerjaan becak. Terus merintis jualan 3 bulanan baru mulai laku," ujar Sutarman.

Awal mula berjualan kudapan khas Semarang itu pun tak langsung laris. Dia mengenang dalam sehari kala itu hanya laku terjual 2 lumpia.

"Kadang satu hari jualan itu cuma laku 2 biji. Saya itu perjuangan luar biasa mati-matian, sungguh," ungkapnya.

Sutarman pun tak patah arang meski usahanya tak begitu laris. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penjualannya yang kian hari semakin meningkat hingga akhirnya memiliki toko oleh-oleh lumpia.

Lumpia yang dijual oleh Sutarman merupakan produksi rumahan. Ia mempekerjakan beberapa karyawan untuk membuat kulit lumpia, isiannya, hingga menjualnya di toko.

Dari yang dulunya hanya laku 2 biji, kini Sutarman bisa menjual ratusan sampai ribuan porsi lumpia. Dia menyebut produksi kulit lumpia bahkan mencapai 10 ribu lembar per hari.

"Ya nggak mesti lah, paling kalau sekarang bisa habis 500 lumpia. Kulitnya itu bisa hampir 10.000 kulit," jelasnya.



Simak Video "Wakili Jokowi, Sandiaga Kagum dengan Kreativitas di Kustomfest 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/dil)