Sampah Menggunung, Relawan Bersih-bersih Pantai Trisik Kulon Progo

Sampah Menggunung, Relawan Bersih-bersih Pantai Trisik Kulon Progo

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Minggu, 23 Okt 2022 12:13 WIB
Relawan membersihkan sampah di Pantai Trisik, Kulon Progo, Minggu (23/10/2022).
Relawan membersihkan sampah di Pantai Trisik, Kulon Progo, Minggu (23/10/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Kulon Progo -

Puluhan relawan melakukan aksi gopyok sampah di Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aksi ini dipicu atas banyaknya timbunan sampah yang selama ini telah merusak keasrian pantai tersebut.

Gopyok sampah ini melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Relawan Tanpa Nama, Sedulur Rescue, TRM, IKKJ, IMKP hingga Tagana. Mereka disebar di sepanjang Pantai Trisik untuk menyisir keberadaan sampah yang sudah mengotori salah satu kawasan wisata unggulan Kulon Progo ini.

Upaya para relawan membuahkan hasil yang positif. Saat ini sampah di Pantai Trisik yang didominasi sampah rumah tangga mulai berkurang. Hanya menyisakan beberapa titik yang masih terlihat timbunan kecil sampah.


Koordinator Relawan Rescue Fajar Gegana, mengatakan keberadaan sampah di Pantai Trisik sudah masuk kategori parah. Volume sampah bahkan terus bertambah setiap tahunnya. Dari penelusuran pihaknya, sampah-sampah ini diketahui berasal dari Sungai Progo yang diduga dibuang secara sembarangan oleh oknum.

"Di pantai Trisik ini banyak sampah itu yang notabene belum bisa terselesaikan, malah nambah terus. Bahkan tadi saya tanya ke temen-temen, kehadiran sampah ini ada kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang membuang sampah sembarangan di kali (Sungai Progo) terus kan numpuknya di sini, sehingga Pantai Trisik kotor," ujarnya saat ditemui di sela-sela gopyok sampah, Minggu (23/10/2022).

Menurut Fajar, upaya pembersihan pantai yang selama ini dilakukan oleh relawan tidak akan berdampak besar jika tidak ada peran dari pemerintah setempat. Pihaknya berharap pemerintah bisa membuat regulasi yang jelas dan tegas terhadap aksi pembuangan sampah yang telah mengotori pantai tersebut.

"Karena Kulon Progo, soal sampah belum begitu diperhatikan, kami berharap ada perda yang mengatur sampah. Sekarang ini ketika membuang sampah secara sengaja mungkin pihak tertentu melihat Kulon Progo ada celah, belum ada sanksi konkret nah ini dimanfaatkan mereka untuk sembarangan membuang sampah," ucapnya.

Salah satu relawan Susi Diah Prastiwari menyebut, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan Pantai Trisik masih tergolong rendah. Hal ini dilihat dari banyaknya sampah yang dia temukan dalam aksi gopyok sampah ini.

"Kesadaran masyarakat masih kurang, padahal di pinggir-pinggir sini sudah ada bak-bak sampah. Harusnya kan bawa tas plastik itu lho, dimasukin ke sana (sampahnya)," ujarnya.

Karena itu dia berharap agar masyarakat bisa lebih acuh terhadap masalah ini. Tidak hanya untuk kebersihan pantai Trisik semata, melainkan juga lingkungan hidup lainnya.

"Selain itu kami juga berharap agar gopyok sampah ini bisa rutin digelar setiap bulannya, biar sampah-sampah di Trisik tidak menumpuk," harapnya.



Simak Video "Menyulap Sampah di Yogyakarta Jadi Wayang Uwuh"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)