KPK Lakukan Penggeledahan di Semarang, Salatiga dan Jogja!

Nasional

KPK Lakukan Penggeledahan di Semarang, Salatiga dan Jogja!

Tim detikNews - detikJateng
Rabu, 28 Sep 2022 18:49 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi-detikcom)
Foto: Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi-detikcom)
Solo -

KPK menggeledah empat lokasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penggeledahan itu terkait kasus korupsi pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

Dilansir detikNews, Rabu (28/9/2022), Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut penggeledahan itu dilakukan pada Selasa (27/9). Adapun penggeledahan itu menyisir sejumlah tempat di kota Semarang, Salatiga, dan Jogja.

"Tim penyidik KPK telah selesai melakukan penggeledahan di empat lokasi berbeda di Semarang, Salatiga, dan Jogja," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).


Ali menyebut upaya penggeledahan itu dilakukan di sejumlah tempat, seperti rumah dan kantor, para tersangka. Dia mengatakan tempat tersebut diduga berkaitan dengan tindak perkara yang tengah diusut KPK.

"Tempat yang dilakukan penggeledahan dimaksud antara lain rumah dan kantor tersangka dan pihak terkait perkara," tutur Ali.

Adapun dalam penggeledahan itu, lanjut Ali, penyidik KPK menemukan sejumlah data dan dokumen yang diduga berkaitan dengan pengurusan perkara di MA. Ali menyebut salah satu dokumen itu berisi transaksi uang.

"Dari hasil penggeledahan dimaksud tim penyidik KPK menemukan data dan dokumen pengeluaran uang, dokumen terkait perkara, dan barang bukti elektronik," jelasnya.

Ali menyebut KPK bakal melakukan penyitaan terhadap barang temuan tersebut. Nantinya alat bukti itu bakal dianalisis guna dijadikan sebagai barang bukti.

"Tim penyidik segera analisis dan melakukan penyitaan hasil penggeledahan sebagai barang bukti dalam perkara dimaksud," pungkas Ali.

KPK OTT di Jakarta dan Semarang

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri melakukan OTT di Mahkamah Agung dan di Semarang. Dari OTT tersebut, KPK kemudian menetapkan 10 orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara. Salah satu tersangka ialah Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

"Terkait sumber dana yang diberikan YP dan ES kepada majelis hakim berasal dari HT dan IDKS. Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES pada DY sekitar SGD 202 ribu (ekuivalen Rp 2,2 miliar) yang kemudian oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH menerima sekitar sejumlah Rp 850 juta, ETP menerima sekitar sejumlah Rp 100 juta dan SD menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP," kata Firli.

Simak lebih lengkap di halaman berikutnya...



Simak Video "KPK OTT di Mahkamah Agung, Pecahan Uang Asing Disita"
[Gambas:Video 20detik]