Puluhan Pendaftar Panwascam Masuk Sipol, Bawaslu DIY: Ajukan Keberatan!

Puluhan Pendaftar Panwascam Masuk Sipol, Bawaslu DIY: Ajukan Keberatan!

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Rabu, 28 Sep 2022 15:48 WIB
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu DIY, Mohammad Najib,  saat memberikan keterangan, Rabu (28/9/2022).
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu DIY, Mohammad Najib, saat memberikan keterangan, Rabu (28/9/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Gunungkidul -

Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut ada sekitar 41 orang yang tercatat dalam sistem informasi partai politik (sipol) saat rekrutmen Panwascam. Sementara di Bawaslu DIY juga ada 4 orang staf yang masuk dalam sipol.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menjelaskan pendaftaran Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) telah ditutup Selasa (27/9) kemarin. Hasilnya ada puluhan orang yang masuk data sipol.

"Sekitar 41 ada, seluruh DIY, dengan komposisi yang berbeda antar kabupaten/kota. Ini fenomena yang baru muncul, ketika rekrutmen Panwascam itu ketahuannya," kata Najib di Gunungkidul, Rabu (28/9/2022).


"Kalau tidak dicek kan tidak tahu ini mereka masuk sipol atau tidak, karena banyak orang tidak peduli," lanjut Najib.

Namun, mantan Ketua Bawaslu DIY ini tidak serta merta mengugurkan pendaftar yang masuk dalam sipol.

"Dalam konteks Panwascam, kita mencoba menyelamatkan hak dari calon itu sendiri. Jangan sampai karena masuk sipol lalu kita gugurkan," ucapnya.

Najib menilai itu terjadi bukan karena kesengajaan. "Saya yakin mereka yang mendaftar (Panwascam) itu karena faktor kesalahan partai. Tanpa dikonfirmasi lalu yang bersangkutan dicantumkan sebagai anggota parpol," ujarnya.

Kejadian serupa, kata Najib, juga menimpa beberapa staf Bawaslu DIY. Hal itu terkuak setelah tim khusus Bawaslu RI melakukan kroscek.

"Di Bawaslu RI juga ada tim yang kerjanya mengkroscek, khususnya dari internal staf kita, karena kita punya data dan mudah dicek. Di DIY ada 4 staf kita yang masuk sipol. Saya tidak tahu bagaimana caranya," katanya.

Najib pun meminta parpol melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

"Kinerja partai kita yang harus dievaluasi, ternyata dia tidak siap dengan syarat sebagai partai. Karena asal comot orang untuk dimasukkan dalam daftar anggota partai," ucapnya.

Terkait tindak lanjut temuan pendaftar Panwascam yang namanya masuk dalam sipol, Najib mengarahkan mereka agar mengajukan keberatan.

"Dalam konteks pencalonan Panwascam (mereka) diminta mengajukan keberatan. Karena kalau menghapus namanya di sipol itu tidak mudah, karena sipol itu yang menyusun partai politik sendiri, dan ada konsekuensinya kalau kemudian yang lapor dihapus, bisa berkurang jumlah anggotanya," ucapnya.

"Ini menjadi evaluasi ke depan, mudah-mudahan ke depan ada sistem yang dengan mudah bisa memastikan ya," imbuh Najib.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Tri Asmiyanto mengungkapkan adanya beberapa aduan dari masyarakat terkait pencatutan namanya dalam sipol.

"Pengaduan dari masyarakat ada yang masuk sipol lalu keberatan ada 3 orang. Bukan PNS tapi masyarakat umum. Ketiganya keberatan namanya masuk dalam keanggotaan partai tanpa sepengetahuan," ujarnya.



Simak Video "KPU Resmi Buka Akses Input Data Pendaftaran-Verifikasi Parpol Pemilu"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ams)