Erick Thohir Jadi Ketua Harlah NU Dituding Politis, PBNU: Bukan Niat Utama Kami

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Kamis, 11 Agu 2022 16:09 WIB
Bantul -

Penunjukan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi ketua pelaksana hari lahir (harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) dikaitkan dengan kepentingan politik untuk Pemilu 2024. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menampik tudingan itu.

"Ya kita memilih Pak Erick Thohir sebagai ketua pelaksana satu abad NU ini bukan karena alasan politis, tapi alasan kompetensi dan juga sumber daya yang bisa beliau sumbangkan untuk NU," kata Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU Ulil Abshar Abdalla kepada wartawan di Yayasan Ali Maksum Krapyak, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Kamis (11/8/2022).

Pria yang juga Ketua Pelaksana Acara Halaqah Fiqih Peradaban yang digelar di kompleks Ponpes Krapyak ini melanjutkan pihaknya tidak memiliki niat untuk membawa unsur politik ke acara harlah satu abad NU. Selain itu, pria yang kerap disapa Gus Ulil ini menilai Erick memiliki kedekatan dengan NU.


"Kalaupun ada konteks politik itu kan bukan sesuatu yang prinsipil. Orang bisa membaca ini dalam konteks politik tapi kita tidak begitu niat," ujarnya.

"Kita inginnya Pak Erick menjadi ketua panitia satu abad (NU) karena beliau memang punya kompetensi, sekaligus sumber daya dan kebetulan beliau dekat dengan NU, dekat dengan tradisi NU dan sudah menjadi bagian dari keluarga Banser. Karena itu kita beliau angkat menjadi ketua panitia hanya saja kebetulan beliau jadi tokoh politik nasional," lanjut Ulil.

Dia juga mempersilakan jika masyarakat menyangkut pautkan pemilihan Erick dengan kepentingan politik untuk Pemilu 2024. Pasalnya hal tersebut bukan niat utama NU.

"Ya kalau mau disangkutpautkan silakan saja, tapi itu bukan niat utama kami," ucapnya.

Sementara itu Erick mengaku menjadi ketua pelaksana harlah satu abad NU merupakan amanah yang luar biasa. Mengingat NU adalah salah satu fondasi yang mengikat bangsa Indonesia.

"Ini amanah yang luar biasa, sebuah kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai ketua Harlah 100 tahun Nahdlatul Ulama. Kita ketahui bahwa 100 tahun atau satu abad NU adalah sebuah fondasi yang mengikat bangsa kita di dalam sebuah kebangsaan yang di bawah Pancasila dan NKRI, alhamdulillah," katanya.

(aku/sip)