Sudah 5 Tahun Dibangun, Jalan Baru ke Pantai Ngobaran Apa Kabar?

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 17:34 WIB
Jalan Kepek-Ngobaran, pembangunan baru separuh jalur dan masih menyisakan 4,5 kilometer yang hingga kini belum diselesaikan, Rabu (3/8/2022).
Jalan Kepek-Ngobaran, Gunungkidul. Pembangunan baru separuh jalur dan masih menyisakan 4,5 kilometer yang hingga kini belum diselesaikan, Rabu (3/8/2022). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Gunungkidul -

Pembangunan jalur baru menuju Pantai Ngobaran, Kabupaten Gunungkidul, belum menunjukkan tanda-tanda akan rampung. Padahal proyek tersebut diketahui sudah berjalan sejak 2017 lalu. Seperti apa kondisinya sekarang?

Warga Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, meminta jalur baru yang menghubungkan Kalurahan Kepek, Saptosari menuju Pantai Ngobaran bisa segera diselesaikan.

Pasalnya jalur yang memangkas perbukitan di selatan jalur jalan lintas selatan (JJLS) sangat penting. Saat ini jalur alternatif menuju Pantai Ngrenehan, Ngobaran, dan Nguyahan mulai rusak dan sempit.


"Kalau pas liburan atau akhir pekan itu pengunjung di pantai penuh. Tapi gimana lagi, bus-bus besar tidak bisa masuk karena jalan yang sekarang (alternatif) sempit," kata Karsilah, salah satu warga Kanigoro, kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).

Padahal, kata Karsilah, pembangunan jalan itu hanya tinggal menyisakan 4,5 kilometer. Terlebih pembebasan lahan untuk pembangunan jalan sudah selesai.

"Itu (jalur baru wisata) kan sudah pembebasan lahan tapi mungkin karena COVID-19 jadi berhenti. Ya, harapannya jalan itu bisa segera dilanjutkan biar bus-bus besar bisa masuk dan semakin banyak pengunjung yang datang," ujar wanita yang sehari-hari berjualan kuliner seafood di Pantai Ngrenehan ini.

Senada dengan Karsilah, warga Pedukuhan Gebang, Kanigoro, Suyatno mengungkapkan pembangunan jalan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2017. Namun, hingga saat ini tidak kunjung selesai.

"Harapannya jalan itu segera dibangun karena sudah proses pembebasan lahan. Kami berharap segera dibangun agar perekonomian masyarakat bisa bergerak," ucapnya.

"Karena kan jadi banyak yang ke pantai kalau jalan itu jadi. Selain itu pemuda sini tidak usah ke luar kota untuk cari kerjaan, jadi bisa buka usaha di dekat jalan baru menuju pantai itu," lanjut Suyatno.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRK) Gunungkidul Wadiyana mengatakan tahun 2019 pihaknya sempat mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menyelesaikan jalan tersebut. Namun semuanya berubah saat pandemi COVID-19 melanda.

"Tahun 2019 itu sempat ada bantuan DAK untuk penyelesaian jalan itu. Tapi akhirnya terkena refocusing untuk penanganan COVID-19," kata Wadiyana.

Menurutnya, saat ini jalur yang belum selesai sepanjang 4,5 kilometer. Di mana untuk pembangunan tiap satu kilometer memerlukan anggaran Rp 10 miliar.

"Memang tidak murah karena harus memangkas perbukitan serta menimbun lereng yang curam. Sehingga masih membutuhkan biaya besar apalagi, kemampuan anggaran milik Pemkab saat ini sangat terbatas," jelasnya.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya berupaya mengakses DAK untuk infrastruktur. Selain itu pihaknya berencana meminta bantuan pembiayaan melalui Dana Keistimewaan (Danais).

"Semua upaya akan kami usahakan dan mudah-mudahan Danais bisa digunakan menyelesaikan jalur itu," imbuhnya.



Simak Video "Melihat Seni Tradisi dan Kontemporer di Festival Kebudayaan Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/rih)