Gelapnya Jalanan Kulon Progo, Dishub Akui Kekurangan 13 Ribu LPJU

Gelapnya Jalanan Kulon Progo, Dishub Akui Kekurangan 13 Ribu LPJU

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Sabtu, 23 Apr 2022 11:02 WIB
Polisi mengamankan lokasi kecelakaan yang melibatkan motor milik dengan truk di Wates, Kulon Progo, Selasa malam (22/3/2022).
Ilustrasi. Gelapnya lokasi kecelakaan di Wates, Kulon Progo, Selasa malam (22/3/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Kulon Progo -

Jumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih jauh dari ideal. Menurut data Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, daerah ini kekurangan 13.000 LPJU.

Kepala UPT Penerangan Jalan Dishub Kulon Progo, Iswanto, mengungkapkan jumlah LPJU di jalan nasional, provinsi, dan jalan kabupaten di Kulon Progo saat ini baru 3.447 unit. Sedangkan jumlah ideal LPJU di Kulon Progo menurut perhitungan Dishub sebanyak 16.500 unit.

"Dari kebutuhan dan (LPJU) yang baru terpasang itu masih kurang banyak. Secara keseluruhan, prosentase ketercapaian kita baru sekitar 20-an persen dari standar," kata Iswanto di kantornya, Sabtu (23/4/2022).


Iswanto mengatakan, upaya menambah LPJU untuk mengejar target ideal itu terkendala keterbatasan anggaran. Tahun ini, Kulon Progo hanya mampu menambah 40-an unit LPJU.

"Tahun 2021 (penambahannya) agak banyak, sekitar 255 unit. Dua tahun kemarin kan kita tidak ada pengadaan karena efek pandemi, kemudian (pengadaan LPJU) dijadikan satu pada 2021," terangnya.

Prioritas 3 Kawasan Khusus

Kepala Dishub Kulon Progo Lucius Bowo Pristiyanto memprioritaskan pemasangan LPJU di 3 kawasan khusus.

"Pemasangan LPJU beberapa tahun terakhir ini kita memang agak sedikit menggeser dari sisi kebijakannya. Prioritas pertama, pertimbangan kelalulintasan. Tempat-tempat rawan kecelakaan seperti tikungan tajam dan tanjakan itu jadi prioritas," kata Bowo.

Prioritas kedua adalah kawasan yang berpotensi bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat. "Misalkan simpang jalan tertentu yang dimungkinkan dari sisi ekonomi bisa tumbuh, nanti kita pasang," imbuh Bowo.

Dia mencontohkan, tahun lalu dilakukan pemasangan LPJU baru di puncak Menoreh, di Pasar Bendo. Dengan terangnya lokasi itu, diharapkan warung-warung akan bermunculan.

Prioritas ketiga, daerah wisata. Bowo menyebut, hampir seluruh kawasan wisata, terutama yang mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur mulai dipasangi LPJU.

"Seperti jalan menuju Kebun Teh Nglinggo, Badan Otorita Borobudur kemarin di simpang-simpang tertentu juga kita pasang. Yang butuh dukungan kencang itu kawasan wisata Kalibiru, Kokap. Kita sudah pasang tapi belum signifikan," pungkasnya.



Simak Video "Kreatif! Raup Cuan Lewat Kerajinan dari Limbah Jagung"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)