Anak DPRD Kebumen Tewas Jadi Korban Klitih, Begini Respons Sultan Jogja

Heri Susanto - detikJateng
Senin, 04 Apr 2022 15:58 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Foto: dok. Pemda DIY
Jogja -

Kejahatan jalanan di Jogja yang kerap disebut klitih kembali memakan korban hingga tewas. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pun mendesak kepolisian menindak tegas pelaku kejahatan jalanan.

"Karena ini pelanggaran pidana, ya dicari aja, diproses. Itu sudah berlebih kalau itu (korban sampai tewas)," kata Sultan saat diwawancarai wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Senin (4/4/2022).

Sultan mengatakan, satu-satunya cara memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan jalanan itu adalah dengan memprosesnya secara hukum. Soal berat atau ringannya hukuman yang dijatuhkan, Sultan menyerahkan kepada proses hukum.

"Diproses aja secara hukum. Nggak tahu umur berapa (pelakunya). Satu-satunya cara (membuat pelaku jera) harus diproses hukum. Perkara nanti, karena ini pidana ya, penegak hukum kan bisa cari cara bagaimana dia diproses di pengadilan. Perkara (pelaku nanti) dibebaskan, itu di pengadilan," kata Sultan dengan nada tegas.

Menurut Sultan, upaya pencegahan kejahatan jalanan yang selama ini dilakukan pemerintah dan aparat hukum harus melibatkan peran orang tua. Jika orang tua tidak mengendalikan perilaku anak-anaknya, upaya pencegahan klitih tetap tak efektif.

"Kita tidak bisa kalau orang tua sendiri tidak bisa mengendalikan anak-anaknya. Kita bisanya kan punya harapan. Karena kalau kita melakukan yang sifatnya memaksa kan pelanggar hukum," katanya.

Soal wacana memasukkan anak nakal ke sekolah khusus, Sultan mengatakan, pihaknya masih mencari aturan sebagai payung hukumnya. Sebab, program tersebut mengandung paksaan kepada anak dan orang tua.

"Hal seperti itu memungkinkan ndak? Kita cari cantelan aturannya. Itu pelanggaran hukum, kenakalan anak," jelasnya.

Begitu pun dengan peningkatan kenakalan anak-anak saat bulan Ramadan. Sultan menegaskan, kejadian klithih ini tak pernah melihat bulan. Makanya, perlu peran serta orang tua dalam menjaga anak-anaknya agar tak menjadi pelaku maupun korban.

"Seperti itu (klitih), dibulan apa pun bisa terjadi. Saya ndak bisa mengatakan itu ya atau tidak," katanya.

Seperti telah diberitakan, kejahatan jalanan yang kerap disebut klitih kembali memakan korban. Seorang pelajar di Jogja berinisial D (18) asal Kebumen, Jawa Tengah tewas setelah menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal di sekitar Jalan Gedongkuning.

Korban, D, merupakan anak salah satu anggota DPRD Kebumen, Madkhan Anis.

Salah seorang saksi mata, Purwanto, mengaku menyaksikan kejadian itu saat dia sedang di angkringan depan kantor Kalurahan Banguntapan, Jalan Gedongkuning.

"Korban awalnya melaju dari selatan menuju utara. Korban yang dibonceng (sepeda motor) oleh temannya tiba-tiba dihantam dengan gir saat sampai di perempatan, kemudian terseret sejauh 20 meter dari lokasi dia dihantam, karena oleng dan langsung terjatuh," jelas Purwanto saat ditemui hari ini.

Usai kejadian, Purwanto mengatakan, korban langsung tampak tak sadarkan diri. Korban sebenarnya sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak dapat terselamatkan

"Para pelaku langsung kabur ke selatan. Kelihatannya masih remaja dengan jumlah lima orang dengan dua sepeda motor," kata Purwanto yang juga petugas Linmas Kalurahan Banguntapan ini.



Simak Video "Klitih Kembali Terjadi, #YogyaTidakAman Bergema"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/ahr)