Pemerintah Kabupaten Batang menjalin kerja sama dengan gerai ritel modern untuk memperluas pasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menilai langkah tersebut salah satunya adalah untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat meresmikan gerai Indomaret Fresh Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Selasa (19/5/2026).
"Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal agar lebih dikenal masyarakat luas. Kami meminta Indomaret di Kabupaten Batang untuk memasukkan produk-produk UMKM Batang ke gerai-gerainya. Ini dalam rangka penetrasi pasar, supaya produk mereka bisa dipasarkan lebih luas dan dikenal masyarakat," jelas Faiz dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Kamis (21/5/2026).
Faiz mengatakan, kerja sama itu berjalan di sejumlah gerai Indomaret di Batang, seperti di Indomaret Fresh yang baru diresmikan di kawasan Alun-Alun Batang. Produk UMKM dipajang di lokasi strategis atau prime location agar mudah dilihat konsumen.
"Posisinya bukan di pojokan, tapi di lokasi utama. Harapannya UMKM kita bisa semakin berkembang karena punya akses pasar lebih luas tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk membuka toko sendiri," terangnya.
Pemkab Batang sebelumnya mengundang 100 pelaku UMKM untuk mengikuti proses kurasi produk masuk ke ritel modern. Produk yang memenuhi standar dipilih untuk dipasarkan di Indomaret.
Faiz menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha. Adapun persyaratannya yakni mencakup kualitas kemasan (packaging) yang baik, legalitas produk, termasuk izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta standar kelayakan lainnya.
"Alhamdulillah teman-teman UMKM kita bisa memenuhi persyaratan tersebut. Pemerintah daerah juga mendampingi supaya mereka bisa memenuhi standar dan masuk ke pasar modern," ungkapnya.
Pemkab Batang berharap produk UMKM lokal semakin kompetitif, mampu menjangkau pasar lebih luas, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pelaku usaha lokal dengan adanya kolaborasi tersebut.
Bawa Kelengkeng Batang ke Pasar Nasional
Bupati Faiz juga membawa kelengkeng hasil petani milenial di Batang ke pasar nasional melalui jaringan Indomaret. Pihak ritel modern tersebut telah tertarik pada potensi di Batang sejak akhir 2025.
Dalam kerja sama dengan Pemkab Batang, Indomaret berperan sebagai penyerap hasil panen dan siap menjadi wadah bagi buah-buahan lokal Batang.
"Starting point-nya kemarin saat Pak Bupati melakukan ceremonial grand opening dari Selasa kemarin di Indomaret Fresh Jalan Alun-Alun Batang," ujar koordinator petani kelengkeng milenial Batang yang juga fasilitator pendamping Dinas Pertanian Kabupaten Batang, Aditya Reza Kusuma.
Jumlah pohon kelengkeng di Batang saat ini diperkirakan mencapai 10 ribu batang, jika digabungkan dengan milik mandiri dan BUMDes. Adapun keunggulan kelengkeng di Batang seperti waktu panen yang bisa diatur.
"Kelengkeng ini punya keunikan yang tidak dimiliki oleh komoditas buah yang lain yaitu bisa diatur pembuahannya, waktu panenya itu bisa diatur Pak. Jadi kita nanti bisa membuat ada panenan, setiap minggu itu ada panenan. Jadi misalnya minggu pertama panenan dari Subah, minggu selanjutnya panenan dari wilayah Banyu Putih, minggu selanjutnya lagi wilayah Tersono, terus gitu nanti muter Pak berjenjang." ungkapnya.
Dalam tahap awal, Indomaret di Jakarta meminta pasokan sebanyak 500 kg per pekan dan di Jateng sekitar 100 kg hingga 500 kg per pekan. Jumlah tersebut ditargetkan untuk terus meningkat hingga 5 ton per pekan.
(dil/ahr)