Bupati Kebumen Upayakan Pengangkatan PPPK Guru Swasta

Kebumen

Bupati Kebumen Upayakan Pengangkatan PPPK Guru Swasta

Rinto Heksantoro - detikJateng
Jumat, 25 Nov 2022 21:45 WIB
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto
Foto: detikcom/Rinto Heksantoro
Kebumen -

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto tengah mengupayakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru sekolah swasta yang ada di lingkup Pemerintahan Kabupaten Kebumen. Hal itu disampaikan usai melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional dan peringatan hari ulang tahun PGRI 2022.

Upacara berlangsung di halaman Pendopo Kabumian, pada Jumat (25/11/2022). Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Arif Sugiyanto.

Dalam amanatnya, Arif lebih dulu menyatakan apresiasi yang luar biasa terhadap para guru di Kebumen yang sudah memberikan tenaga, pikiran dan waktunya untuk terus mendidik para siswa dan siswi menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlak mulia.


"Dan alhamdulillah pada pagi ini mereka hadir untuk mengikuti rangkaian upacara, bukan hanya guru PNS, guru yang kemarin lulus passing grade PPPK juga hadir, termasuk para guru honorer, ini menunjukkan semangat dan kekompakan para guru-guru kita yang luar biasa," kata Arif Sugiyanto.

Arif menyebut pihaknya tengah mengupayakan pengangkatan PPPK guru swasta melalui sistem seleksi. "Pada dasarnya kita mengikuti pemerintah pusat, tapi kita sudah berkirim surat agar ditindaklanjuti. Ada 170an yang kita ajukan," sebutnya.

Identifikasi juga tengah dilakukan untuk menghitung berapa jumlah guru honorer di Kebumen. Pihaknya menginginkan ke depan tidak ada lagi guru honorer di Kebumen, melainkan sudah PPPK.

"Kemarin ada 448 guru honorer yang semula tidak masuk dalam penjaringan PPPK karena terkendala kuota, akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai guru PPPK karena nilainya masuk passing grade," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Arif juga kembali mengingatkan tentang tugas fungsi dari kewenangan Komite Sekolah. Melalui Surat Edaran Bupati yang sudah dikeluarkan, sumbangan sekolah boleh dilakukan oleh komite dengan aturan atau syarat-syarat yang berlaku.

"Misalnya tidak boleh menarik wali murid yang tidak mampu, atau masyarakat miskin. Namanya sumbangan juga tidak boleh ada paksaan, atau ditentukan besaran jumlahnya, kemudian tidak boleh meminta kepada perusahaan rokok, minuman beralkohol dan lain-lain," ujarnya.

"Sumbangan dibolehkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah dengan adanya ekstrakurikuler, materi tambahan, lomba dan lain-lain, karena dana BOS tidak mungkin cukup mengcover semuanya," tambahnya.

Tak kalah menarik pada hari peringatan Hari Guru Nasional dan Ulang Tahun PGRI kali ini, pemerintah memberikan penghargaan dan hadiah kepada guru penggerak berprestasi, kepala sekolah berprestasi, pengawas sekolah berprestasi, dan operator sekolah berprestasi.



Simak Video "MenPAN-RB Segera Atur ASN-PPPK Tak Bisa Asal Pindah ke Jawa"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)