Bea Cukai Surakarta Musnahkan 3 Juta Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Surakarta Musnahkan 3 Juta Batang Rokok Ilegal

Atta Kharisma - detikJateng
Selasa, 22 Nov 2022 17:48 WIB
Bea Cukai Surakarta musnahkan BMN
Foto: Bea Cukai Surakarta
Jakarta -

Bea Cukai Surakarta melakukan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Surakarta, Selasa (22/11). Barang yang dimusnahkan itu merupakan hasil tegahan yang dilakukan sejak periode Desember 2021 hingga Oktober 2022.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Surakarta Yetty Yulianty mengungkapkan barang-barang tersebut berupa rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang tidak memenuhi peraturan perundangan di bidang cukai, serta barang impor Kantor Pos Lalu Bea Solo tahun 2021 yang melanggar ketentuan larangan dan pembatasan (lartas).

Adapun barang-barang yang dimusnahkan di antaranya 3.800.000 batang rokok ilegal, 385 botol dan 86 jerigen miras ilegal, serta barang impor berupa benih tanaman, sex toys, obat, kondom, fishing lures, makanan, pakaian, kosmetik, part senjata dan handphone batangan yang tidak memenuhi ketentuan lartas.


"Hasil dari kegiatan pemusnahan ini tidak lepas dari hasil sinergi antara Bea Cukai Surakarta dengan Satpol PP, Kejaksaan, Polri, TNI, Pengusaha Jasa Titipan (PJT), dan para aparat penegak hukum lainnya dalam melakukan penindakan. Untuk barang yang akan dimusnahkan, perhitungan potensi pungutan cukainya adalah sebesar Rp 3.056.203.335,28 dan perkiraan nilai barangnya sebesar Rp 4.604.792.130,00," ujar Yetty dalam keterangan tertulis, Selasa (22/11/2022).

Yetty menjelaskan pemusnahan BMN tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan izin dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta sesuai besaran nilai BMN yang diusulkan untuk dimusnahkan. Proses pemusnahan barang-barang tersebut dilakukan dengan cara dibakar dan dengan cara perusakan sehingga tidak dapat dipergunakan atau sudah tidak memiliki nilai ekonomis.

Yetty menuturkan modus pelanggaran yang banyak dilakukan pada tahun 2022 adalah dengan menggunakan jasa titipan atau membeli secara online, baik dari barang berupa rokok ataupun minuman keras yang tidak sesuai dengan ketentuan perundangan cukai. Sedangkan untuk barang kiriman melalui kantor pos merupakan barang yang tidak memenuhi ketentuan larangan dan pembatasan terhadap barang impor, serta tidak diselesaikan oleh importir dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

"Tujuan dari kegiatan kegiatan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal adalah mengamankan penerimaan negara, mengendalikan konsumsinya, dan menciptakan iklim usaha atau kompetisi usaha BKC yang sehat. Sedangkan barang-barang yang diimpor dengan tidak memenuhi ketentuan dari Kementerian terkait juga dimusnahkan sesuai dengan peraturan yang berlaku," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa instansi seperti Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DIY, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kepolisian Resor Karanganyar, Kejaksaan Negeri Karanganyar, Kodim Karanganyar, Denpom Surakarta, Kantor Pos Besar Surakarta, Rupbasan Surakarta, dan juga perwakilan Satpol PP yang berada di bawah wilayah operasional Bea Cukai Surakarta.

(fhs/ega)