Kandasnya Perlawanan Pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo Saat Ditangkap

Round-Up

Kandasnya Perlawanan Pembakar Warung Mi Babi Sukoharjo Saat Ditangkap

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 21 Okt 2026 05:01 WIB
Polisi saat mengamankan lokasi di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin (19/10/2026).
Polisi saat mengamankan lokasi di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin (19/10/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Sebuah rumah di Jalan Arya Saloka, di Kampung/Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo digerebek pasukan Brigade Mobil (Brimob). Terungkap, polisi menangkap eks napi terorisme (napiter) yang menjadi pembakar warung Mie dan Babi Tepi Sawah.

"Habis isya tadi mulai disetop (Jalan Arya Saloka). Tadi ada kendaraan mau lewat disuruh balik balik," kata warga di sekitar lokasi, Lilik, saat kepada detikJateng, Senin (19/10).

Pantauan detikJateng, sempat terdengar beberapa kali suara letusan seperti petasan atau tembakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolda Benarkan Pelaku adalah Pembakar Warung Mi Babi

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Roy Hardi Siahaan, mengonfirmasi rumah yang digerebek berkaitan dengan peristiwa pembakaran warung mi babi di Sukoharjo. Penggerebekan ini berdasarkan hasil investigasi.

ADVERTISEMENT

"Hasil olah TKP kemudian ada beberapa alat bukti yang dijadikan acuan oleh penyidik Polres Sukoharjo, sehingga mendapatkan suatu gambaran ada pelaku yang dicurigai. Yang saat ini dilakukan penindakan oleh kita sendiri," kata Roy di lokasi, Selasa (20/10/2026).

Diberitakan sebelumnya, Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dibakar oleh orang tidak dikenal. Ruang yang dibakar bagian pojok depan yang digunakan untuk gudang dan kamar karyawan.

"Yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap. Gudang penyimpanan rongsok lah ya, barang-barang bekas, bukan barang penyimpanan produk," kata Pemilik Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, kepada awak media di lokasi kejadian, Sabtu (12/9).

Tim Gegana saat melakukan olah TKP rumah kontrakan AS di Desa Purbaya, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (20/10/2026).Tim Gegana saat melakukan olah TKP rumah kontrakan AS di Desa Purbaya, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (20/10/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Pelaku Sempat Memberi Perlawanan

Irjen Roy Hardi Siahaan menjelaskan, pelaku, inisial AS, memberi perlawanan saat diciduk di kontrakannya.

"Dari pelaku tersebut saat dilakukan penindakan ada perlawanan, antara lain menembakkan anak panah, kemudian sempat ada perlawanan ketika mau masuk ke rumahnya menendang motor petugas. Sehingga kita pikir ini suatu perlawanan yang cukup bisa dijadikan acuan untuk tindakan tegas terhadap pelaku," kata Roy.

Roy melanjutkan, pelaku menyerang petugas menggunakan anak panah dan senjata tajam lainnya.

"Kita lakukan tindakan tegas karena memang ada barang bukti berupa samurai atau parang, yang dilakukan bahkan mencoba membacok, atau menyerang petugas. Dan juga ada busur panah yang ditembakkan ke kita," jelasnya.

Mantan Napi Terorisme Berkaitan Kasus di Jakarta

Dikatakan Kapolda, AS merupakan mantan napi terorisme (napiter). Disebutkan, AS terlibat dalam kasus terorisme di Jakarta 2016 silam.

"Kalau lihat dari track record-nya, dia adalah eks (napiter). Kita belum mempelajari sejauh mana, tapi dari hasil track record-nya dia eks napi terorisme," tutur Roy.

"(Di mana dan kapan?) Di tahun 2016 di Jakarta," lanjutnya tanpa merinci kasus apa saat itu.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah senjata tajam dalam rumah kontrakan itu. Senjata yang disita termasuk busur, samurai, hingga sangkur.

"Kita sudah olah TKP, secara detail belum tapi gambaran umumnya ada busur, ada samurai, ada beberapa pisau, senapan angin, dan sebagainya. Sangkur juga ada," jelasnya.

Baru Tinggal 2 Tahun di Purbayan

Kepala Desa Purbayan, Budi Sriyanto, mengatakan AS baru tinggal 2 tahun di desanya.

"Ngontrak di situ sudah dua tahun, dulu pindahan dari Waru. KTP-nya Indramayu. Tinggal di situ sama istri dan anaknya. Anaknya kalau nggak salah tiga," tutur Budi.

"Aktivitasnya kita juga nggak tahu, pekerjaannya apa juga tidak tahu, orangnya tertutup. Paling yang kelihatan cuma antar jemput anak (sekolah)," imbuhnya.

Budi mengatakan, rumah kontrakan AS di Purbayan tergolong cukup sepi maski di sekitarnya banyak permukiman. Rumah yang ditempati AS itu kiri kanannya merupakan lahan kosong.

"Perumahan itu memang keadaan sepi. Kayak perumahan mangkrak," ujar dia.

Budi pernah bertemu dengan AS. Dia menyebut perawakan AS agak kecil, dengan tinggi badan sekira 160 sentimeter. Budi tidak menyangka jika AS dulunya merupakan eks napi teroris (napiter).

Saat proses penangkapan AS, Budi mendapat laporan jika AS ditangkap berkaitan dengan kasus pengerusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Sukoharjo.

"Mamang napiter, tapi (keterlibatan terorisme) kasus yang mana saya nggak tahu," kata Budi.

Menurut Budi, selama tinggal di Purbayan, AS dikenal rajin beribadah.

"Ibadahnya pindah-pindah, tidak mesti di masjid situ (dekat rumah). Beliau jemaahnya rajin, tidak pernah mengisi (ceramah), cuma ikut jemaah saja," kata dia.

AS digerebek polisi di rumah kontrakannya pada Senin (19/10) sore. Budi mengatakan, sejak magrib, pihak kepolisian sudah melakukan sterilisasi di sekitar rumah kontrakan AS.

"Habis magrib sudah steril. Jalur pokok sudah dihalangi, supaya saat ada giat biar tidak terganggu. Kalau dia (AS) tidak melawan, mungkin tidak diapa-apain, tapi dia melawan," ujar Budi.

Budi mengatakan, saat polisi menggeledah rumah kontrakan AS, ditemukan banyak senjata tajam.

"Jaringan sudah super kuat. Itu ditangkap terkait warung Mi Babi. Rumahnya itu nyuwun sewu, senjata tajamnya banyak, setiap kamar ada," ucap Budi.

Saat penggerebekan itu, Budi mengaku mendengar beberapa kali suara seperti tembakan senjata. AS yang sempat melakukan perlawanan akhirnya dilumpuhkan dan dibawa pihak kepolisian.

"Der der ada, tembakan ada. Saya dapat info pelurunya karet yang dipakai, tapi benar tidaknya saya tidak tahu. Untuk melumpuhkan," pungkas Budi.

Lihat juga Video 'Kronologi Warung Mi Babi di Sukoharjo Dibakar Orang Tak Dikenal':

Halaman 2 dari 2
(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads