Polda Jawa Tengah (Jateng) mengungkap praktik perjudian togel di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan. Sejumlah orang ditetapkan sebagai tersangka, puluhan ribu kupon togel disita, dan rekening yang diduga berkaitan dengan perjudian diblokir.
"Ada tiga TKP yang dijadikan acuan atau referensi kita antara lain TKP di Demak, TKP di Grobogan, TKP di Kota Semarang," kata Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan di Mako Ditpolairud Polda Jateng, Semarang, Selasa (20/10/2026).
"Total Rp 2,4 miliar yang kita sudah blokir, termasuk yang kita blokir itu bisa dibilang sangat besar karena operasional togel ini di wilayah Jawa Tengah," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roy mengatakan, pengungkapan dilakukan di tiga TKP berbeda, dengan peran pelaku yang berbeda-beda. Di Kabupaten Demak, polisi mengungkap praktik judi togel pada 10 Oktober 2026 di rumah di Desa Sedo, Kecamatan Demak.
"Sekitar pukul 00.58 WIB itu terjadi aktivitas perjudian jenis togel Singapura, Hongkong, dan Sydney. Terlapor berperan sebagai pengepul nomor yang bertugas menampung atau menerima angka pasangan judi dari masyarakat," jelasnya.
Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka berinisial YH (48) seorang wiraswasta dan TS (22) serta TRS (28) yang merupakan mahasiswa.
"Ada yang menjadi pengecer juga, memang pekerjaan utamanya dia mahasiswa, tapi sampingannya itu jadi pengecer, itu yang kita tangkap. Motifnya pasti cari uang, tapi dengan cara tidak benar," ungkapnya.
Polisi pun menyita 8.416 kupon togel dan memblokir rekening yang diduga berkaitan dengan perjudian itu, dengan nilai mencapai Rp 519 juta.
"Kemudian di Kota Semarang, pukul 23.00 WIB tanggal 9-10 Oktober, Ditreskrimum mengetahui ada praktik judi togel jenis kuda lari di kontrakan di Jalan Batan Miroto I Nomor 62," jelasnya.
"Diamankan lima tersangka, HGP (69), AH (60), HS (55), S (55), dan TAI (42). HGP sebagai bandar pusat," ungkapnya.
Selain HGP sebagai bandar pusat, S berperan sebagai pengoyol dan pengecer, HS sebagai agen, AH bandar Kota Semarang, TAI pengecer. Mereka diduga menjual kupon togel kepada masyarakat.
"Modus operandi pelaku menjual kupon togel kuda lari kepada masyarakat yang memang taruhan nomor toto gelap jenjs Singapura, Sydney, dan Hongkong," ungkapnya.
Dari lokasi itu, polisi menyita 43.250 kupon togel dan uang tunai Rp 19,6 juta. Polisi juga memblokir lima rekening penampung yang disebut berkaitan dengan hasil perjudian, dengan total sekitar Rp 1,942 miliar.
"Untuk TKP di Kabupaten Grobogan, 10 Oktober pukul 00.35 WIB di Kecamatan Godong, petugas terlapor yang berperan sebagai kurir pengantar dan pengambil peti berisi kupon togel yang dilakukan sejak 2024 sampai sekarang," ucapnya.
Tersangka yang diamankan berinisial S (61) dan YS (51). Polisi juga menyita dua peti besi berisi 421 bendel kupon togel beserta gembok dan satu mobil Daihatsu Gran Max yang diduga digunakan untuk mengangkut kupon.
Adapun, para tersangka dijerat Pasal 426 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. "Dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun atau denda Rp 2 miliar," kata Roy.
Roy menyebut, praktik perjudian togel yang diungkap tersebut telah beroperasi selama bertahun-tahun, sejak 2014 dan dikendalikan tersangka HGP, sebagai bandar pusat.
"Kita berharap dengan kita bisa ungkap termasuk bandar atau big boss-nya, harapannya tidak akan beroperasional lagi. Jadi memang dikendalikan satu orang, HGP," tuturnya.
"Judi togel kemudian kita hapuskan, termasuk judi online. Itu menjadi perhatian khusus dari saya," lanjutnya.
Roy juga menegaskan, pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik perjudian, termasuk jika ditemukan anggota kepolisian yang terlibat langsung ataupun memberikan perlindungan kepada pelaku.
"Kalau ada oknum yang terlibat langsung dengan tindak pidana ini, kita terapkan pasal, otomatis kalau dia anggota berarti PTDH (Pemecatan Tidak Dengan Hormat)," jelasnya.
