Teka-teki Mayat Terborgol di Gedung SPPG Kendal

Terpopuler Sepekan

Teka-teki Mayat Terborgol di Gedung SPPG Kendal

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 10 Okt 2026 10:00 WIB
Rumah kosong tempat penemuan mayat pria terborgol di Kebonadem, Brangsong, Kendal, Selasa (6/10/2026).
Rumah kosong tempat penemuan mayat pria terborgol di Kebonadem, Brangsong, Kendal, Selasa (6/10/2026). (Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng)
Kendal -

Pria bernama Donna Nuzulul Aditya (29), warga Kaliwungu, Kendal, ditemukan meninggal dunia dengan tangan kiri terborgol pada teralis jendela bangunan yang rencananya digunakan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Polisi telah mengungkap penyebab kematian Donna dan kini memburu pelaku serta mendalami motif dugaan pembunuhan tersebut.

Mayat Donna ditemukan di lantai dua bangunan kosong di Jalan Lingkar Kaliwungu, Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kendal, Selasa (6/10). Identitas korban terungkap setelah tim gabungan Inafis Polda Jawa Tengah dan Inafis Polres Kendal melakukan identifikasi.

"Sore tadi, tim gabungan berhasil mengungkap identitas korban. Korban ini bernama Donna warga Kecamatan Kaliwungu yang berusia 29 tahun," kata Kapolres Kendal, AKBP Ratna Quratul Ainy saat dihubungi detikJateng, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Penemuan

Penemuan mayat Donna bermula ketika warga mencium bau busuk menyengat dari bangunan kosong tersebut sekitar pukul 04.00 WIB. Salah satu warga RT 2 RW 4, Eko Mulyanto, kemudian mencari sumber bau hingga mendapati asalnya dari bangunan di pinggir jalan raya itu.

"Awalnya itu ada bau menyengat seperti bau busuk bangkai, itu sekitar pukul 04.00 WIB. Terus saya cari-cari asal baunya, ternyata dari rumah kosong itu," kata Eko Mulyanto, kepada detikJateng saat ditemui di lokasi, Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

Eko kemudian melaporkan temuannya kepada Ketua RW 4, Budiyanto. Mereka bersama sejumlah warga lantas mengecek bangunan tersebut untuk memastikan sumber bau.

"Karena saya takut, saya lapor ke Pak Budi, Ketua RW 4. Pak RW, saya dan warga lainnya langsung ke rumah itu mau ngecek," ujar Eko.

Mereka mencari sumber bau dari kamar-kamar di bangunan tersebut. Saat berada di lantai dua, Budiyanto mendapati sesosok mayat yang sudah membusuk.

"Sampai di rumah itu, kami cari-cari baunya dari setiap kamar-kamarnya. Dari lantai atas pak RW teriak-teriak kalau ada mayat yang sudah membusuk," imbuhnya.

Mayat itu ditemukan dalam posisi telentang di dekat jendela. Tangan kirinya terangkat karena terborgol dan tertaut pada teralis jendela.

"Saya sama warga lainnya lari ke lantai atas dan lihat ada mayat posisinya telentang dengan tangan kiri terborgol di teralis jendela. Karena mayatnya sudah busuk dan kondisinya tragis, kami semua lari keluar rumah," kata Eko.

Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada Polsek Brangsong. Polisi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Penyebab Kematian

Polisi mengevakuasi mayat Donna ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk menjalani autopsi. Dari pemeriksaan medis tersebut, diketahui korban meninggal akibat hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala.

"Dari hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat adanya bekas luka yang disebabkan oleh hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala," jelas Kapolres Kendal, AKBP Ratna Quratul Ainy.

Polisi juga memperkirakan Donna telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.

"Berdasarkan pemeriksaan, diperkirakan korban telah meninggal dunia sejak 5 hingga 10 hari yang lalu," imbuhnya.

Saat olah TKP, petugas turut mengamankan sebilah pisau dan gunting yang ditemukan di sekitar lokasi. Namun, polisi belum memastikan apakah kedua benda tersebut berkaitan dengan kematian korban.

"Memang petugas mengamankan pisau dan gunting untuk barang bukti. Namun petugas masih menyelidikinya, apakah pisau dan gunting ada kaitannya dengan mayat tersebut," kata Deni.

Satreskrim Polres Kendal masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif dugaan pembunuhan.

"Kasus ini masih kami dalami dan tentunya kami juga akan buru pelakunya. Motifnya pembunuhan belum bisa kami sampaikan karena pelaku belum tertangkap," pungkasnya.

Bangunan Dikontrak untuk SPPG

Bangunan tempat Donna ditemukan merupakan rumah milik orang tua Azka Aulia. Rumah berkelir putih dan biru itu telah dikontrak sebuah yayasan asal Jakarta untuk rencana operasional SPPG.

"Rumah itu milik orang tua saya. Tapi statusnya sekarang dikontrak yayasan dari Jakarta atas nama Choirul Akbar. Bilangnya mau digunakan untuk SPPG, tapi katanya masih nunggu izin dari pusat turun," kata pemilik rumah, Azka Aulia, saat ditemui detikJateng di lokasi, Selasa (6/10/2026).

Menurut Azka, bangunan tersebut dikontrak selama empat tahun sejak Februari 2026. Setelah kesepakatan sewa dilakukan, pihak pengontrak juga telah melakukan sejumlah perbaikan dan mengecat bangunan.

"Dikontraknya itu selama 4 tahun sejak Februari lalu. Setelah tanda tangan kontrak, langsung diperbaiki dan dicat," ujar dia.

Azka mengaku terkejut ketika mendapat kabar dari warga bahwa ada mayat di dalam rumah tersebut. Ia kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan informasi itu.

"Saya dan ibu kaget juga, karena dikabari sama warga kalau ada mayat di dalam rumah yang dikontrakkannya. Saya dikabari sama warga itu sekitar pukul 06.30 WIB," pungkasnya.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads