Detik-detik Very Habisi Mozza Gadis Semarang Terungkap di Reka Ulang

Round-Up

Detik-detik Very Habisi Mozza Gadis Semarang Terungkap di Reka Ulang

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 08 Okt 2026 07:15 WIB
Rekonstruksi kasus pembunuhan Mozza di kos di Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026).
Rekonstruksi kasus pembunuhan Mozza di kos di Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Solo -

Sebanyak 55 adegan diperagakan dalam reka ulang kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (17) yang jasadnya ditemukan tinggal kerangka di Semarang. Pelaku, Mahendra Very Dwi Anggara (22) menjalani satu persatu adegan sadis yang dilakukannya setahun silam.

"Hari ini kami dari penyidik dan juga jaksa melaksanakan rekonstruksi melibatkan tersangka dan saksi. Yang pertama di kos di Candisari yang merupakan tempat di mana dugaan kekerasan menyebabkan anak meninggal dunia terjadi. Kami melaksanakan 55 adegan dan kami akan lanjutkan di tempat pembuangan jenazah di Jangli," kata Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, saat ditemui wartawan, Rabu (7/10/2026), di kos tempat diduga Mozza dibunuh.

Adegan Dimulai dari Kos

Pantauan detikJateng, Rabu (7/10), rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.15 WIB. Penyidik yang tiba di lokasi dengan mengendarai beberapa mobil kemudian menggelandang tersangka yang memakai baju tahanan nomor 24. Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, juga berada di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada adegan awal, penyidik yang memperagakan sebagai Mozza tiba di kos itu dengan mengendarai motor. Peristiwa sebenarnya yang diperagakan itu terjadi pada bulan Juni 2025.

Selanjutnya, Mozza membawa makanan ke kamar kos tersangka yang berada di lantai atas.

ADVERTISEMENT

Jenazah Dibonceng Motor

Pembekapan korban hingga tewas terjadi di kamar kos, namun tidak terpantau dari luar saat reka ulang dilakukan. Adegan yang terlihat setelahnya adalah ketika Very turun dari lantai dua.

"Mulai dari korban datang ke kos, adegan di kamar pelaku mulai dari cekcok, bekap korban sampai lemas," ucap Sriniti.

Tidak lama kemudian tersangka kembali naik ke lantai dua sambil membawa sebuah karung kosong. Selanjutnya, ada adegan Very turun dari lantai dua lalu naik motor matik untuk berkeliling dengan maksud survei lokasi di sekitar Undip Semarang.

Kemudian Very kembali ke kos karena sudah mendapatkan lokasi tepat untuk membuang jenazah Mozza. Dia lalu menuju kamarnya di lantai dua. Adegan berikutnya dia turun sambil menggotong karung yang berisi jenazah Mozza.

"(Pelaku) Menyiapkan rafia, kardus sarung karung, membungkus tubuh korban," sebut Sriniti.

Karung berisi jenazah itu lalu ditaruh di depan motor matik. Usai membuang jenazah Mozza di jurang tol Jangli Semarang, Very kembali ke kos.

Pelaku Jual Motor Mozza

Reka Ulang juga memperlihatkan kelakuan tersangka setelah membunuh Mozza. Dia menjual motor Mozza ke rekannya yang juga didatangkan ke lokasi rekonstruksi.

"Dijual sekitar Rp 6 juta ke teman dari tersangka, kita juga jadikan saksi," pungkas Sriniti.

Sriniti menjelaskan, penyidik menyesuaikan keterangan dari saksi-saksi dan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Sriniti menyebut keterangan saksi dan tersangka sejauh ini masih sesuai.

"Rekonstruksi ini kami menyesuaikan dengan keterangan saksi dan fakta-fakta. Saksi-saksi yang kita libatkan di sini adalah tetangga kos yang mendengar suara seperti gaduh di kamar tersangka. Dan itu diduga merupakan waktu-waktu di mana terjadinya peristiwa kekerasan yang menyebabkan anak meninggal dunia," tuturnya.

Untuk diketahui, meski pembunuhan itu terjadi pada Juni 2025, ternyata korban baru ditemukan tinggal kerangka pada 4 September 2026 lalu di semak belukar dekat Tol Jangli. Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan korban sejak setahun lalu.

Emosi Ayah Mozza

Ayah Mozza, Singgih hadir melihat reka ulang pembunuhan putrinya. Insiden pun terjadi ketika tersangka datang dan diturunkan dari bagian belakang mobil.

Singgih tiba-tiba meluncur menghantam tersangka untuk meluapkan emosinya. Polisi langsung melerai keduanya.

"Pasti lah (emosi), njenengan kalau jadi orang tua, di sekolah pun kalau anak kita seperti itu, sakit kan. Baru ini (bertemu Very), baru kali ini," ucap Singgih sembari menahan tangis saat ditemui di lokasi reka ulang kedua, tempat mayat Mozza dibuang di Jangli, Tembalang, Semarang, Rabu (7/10/2026)

Singgih berharap Very dihukum berat. Meski begitu, dirinya masih menunggu proses di pengadilan nantinya.

"Kami berharap rekonstruksi ini membuat hukumannya menjadi lebih berat dan tujuannya bisa membuat kami agak sedikit percaya kepada pelindung masyarakat, polisi, kejaksaan. Nanti kita tunggu dari pengadilan juga," tuturnya.

Simak juga Video 'Cerita Perjuangan Ayah Mozza Cari Putrinya Sebelum Ditemukan Tinggal Kerangka':

(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads