Singgih Gunarsa, seorang ayah dari Kabupaten Semarang tidak menyangka putrinya, Mozza Axillia Gunarsa (17) yang hilang sejak 25 Juni 2025 lalu ditemukan tewas tinggal kerangka. Ia pun mengungkap upaya pencarian hingga menemukan petunjuk di media sosial.
"Dari Juni sampai September, Oktober, waktu itu kita fokuskan untuk pencarian dan penyebaran informasi. Barangkali dengan informasi penyebaran berita putri kami bisa ditemukan," kata Singgih saat ditemui di rumahnya di Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).
Tablet Korban Dibuka
Singgih menjelaskan, pada November 2025, dia mulai membuka tablet Mozza. Dia mengira tablet itu sempat diperiksa polisi, namun posisinya memang berada di rumah.
"Saya pikir dulu tablet itu sudah diperiksa dari kepolisian. Saya pikir ya memang tidak ada apa-apanya nggih, karena tidak menjadi barang bukti juga. Kan tablet posisinya di rumah. Makanya saya jarang megang tabletnya," ujar Singgih.
"Tapi tiba-tiba kok waktu bulan November itu saya pengin megang tabletnya. Saya cek satu per satu, saya buka emailnya, terus itu ternyata di email itu ada akun Instagram dan TikToknya Moza yang nyantol masih ada," sambungnya.
Dia kemudian berupaya untuk login ke media sosial Instagram dan TikTok Mozza. Saat berhasil masuk, Singgih mulai menyisir pesan-pesan yang masuk.
"Akhirnya saya ubah semua password emailnya yang saya untuk pribadi saya sendiri. Terus aplikasi itu saya instal, baru saya kembalikan lupa password. Akhirnya saya bisa membuka semua aplikasi itu dan saya bisa melihat isi DM, chat, dan semuanya teman-teman Mozza dari aplikasi tersebut," ucap Singgih.
Akun Mencurigakan
Singgih sempat melihat ada pesan dari orang yang mencurigakan karena kerap berinteraksi dengan Mozza. Akun tersebut tidak memiliki pengikut.
"Baru ketemulah kalau di tabletnya itu ada sosial media dan lalu ada informasi tentang tersangka tersebut yang kebetulan pernah kita sampaikan ke Polres Semarang kalau akun ini mencurigakan," ungkap Singgih.
"Lainnya ada pengikut dan mengikutnya, tapi kok yang ini kok satu ini kok semuanya kosong. Tidak ada pengikutnya, tidak ada mengikutnya, dan postingan kosong. Tetapi DM-nya intensif ada dengan Mozza dan terakhir DM tanggal 22 Juni 2025," imbuhnya.
Dari penelusuran pesan itu kemudian diketahui ada petunjuk soal kos di daerah Candisari Kota Semarang yang belakangan diketahui menjadi tempat tersangka, Mahendra Very Dwi Anggara (22) membunuh Mozza.
Very Rayu Mozza ke Kos
Dalam pesan di media sosial Mozza, Singgih menyebut pelaku beberapa kali mengajak putrinya main ke kos tersebut. Mozza sempat datang ke sana satu kali dan komunikasi berlanjut melalui WhatsApp.
"Mozza sering kali beberapa kali disuruh main ke kos tersebut. Mozza pertama kali kelihatannya kalau enggak salah main ke sana satu kali. Lalu dia pulang, terus intens komunikasi mungkin lewat WA," jelas Singgih.
Ajakan itu tersu dilakukan pelaku namun ditolak Mozza yang sedang mempersiapkan untuk ujian masuk universitas.
"Terus tapi yang di DM ada, Mozza berulang kali disuruh main ke kosnya. Tapi Mozza sudah menolak. Hampir dua, hampir tiga kali Mozza disuruh ke kos, tapi Mozza menolak karena pada waktu itu Mozza sedang menyiapkan ujian di Undip," terang Singgih.
"Terus tanggal 25 itu mungkin kebetulan Mozza sudah selesai ini ujiannya, makanya dia mengiyakan mau main lagi ke sana dan malah yang terjadi seperti itu (dibunuh)," ungkap Singgih.
Singgih Amati Kos Pelaku
Dalam upaya pencariannya, Singgih sempat mendatangi kos di Candisari tersebut berharap menemukan Mozza atau barang-barangnya yang bisa jadi petunjuk. Namun saat itu dia tidak menemukan apapun.
"Saya meminta keterangan dari pemilik kos. Terus saya mengecek masuk ke dalam ke kos. Saya mintai barang bukti siapa tahu ada sandal anak saya atau motor apa tuh. Ternyata waktu di sana tidak ada apa pun. Makanya saya memutuskan untuk kembali," kata Singgih.
Singgih sempat berharap bisa menemukan putrinya dalam kondisi hidup. Bahkan Singgih selalu melewati kos di Candisari itu setiap kali ia ke Semarang.
"Tapi saya tetap, kalau pas saya jalan ke Semarang, saya selalu lewat kos tersebut untuk melihat, mencari benar enggak ada motornya. Siapa tahu tiba-tiba pas saya lewat ada atau gimana. Tapi ternyata sampai penemuan ini, sampai pemeriksaan terakhir, tidak ada motor tersebut ataupun sandal ataupun anak saya di kos tersebut," ujar Singgih.
Kasus tersebut kemudian terungkap setelah pelaku berhasil dibekuk polisi di Blora. Kemudian pelaku menunjukkan lokasi dia membuang mayat Mozza.
Jenazah Mozza berhasil dievakuasi di jurang tol Jangli Semarang pada hari Jumat (4/9). Namun kondisinya sudah berupa kerangka.
Simak Video "Video 12 Jam Diperiksa, Keluarga Ungkap soal KDRT dalam Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori"
(alg/alg)