Blak-blakan Ortu Cerita Perjuangan Setahun Mencari Mozza hingga Ditemukan Tewas

Blak-blakan Ortu Cerita Perjuangan Setahun Mencari Mozza hingga Ditemukan Tewas

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 07 Sep 2026 12:53 WIB
Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, bersama adik Mozza ziarah ke makam Mozza di Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).
Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, bersama adik Mozza ziarah ke makam Mozza di Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Ayah Mozza Axillia Gunarsa (17), Singgih Gunarsa, mengungkap kisahnya saat melacak keberadaan putrinya yang hilang sejak setahun lalu. Saat berhasil mengakses akun media sosial Mozza, Singgih menemukan satu akun misterius yang intensif berkomunikasi dengan putrinya,

Diketahui, Mozza yang meninggalkan rumah sejak 25 Juni 2025 akhirnya ditemukan tinggal kerangka di Tol Jangli Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan pembunuh Mozza, Mahendra Very Dwi Anggara (22) yang ditangkap pada Kamis (3/9/2026) di Blora.

Singgih mengatakan, pada tiga bulan pertama putrinya menghilang, ia berfokus melakukan pencarian dan menyebarkan informasi tentang hilangnya Mozza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari Juni sampai September, Oktober, waktu itu kita fokuskan untuk pencarian dan penyebaran informasi. Barangkali dengan informasi penyebaran berita putri kami bisa ditemukan," kata Singgih saat ditemui di rumahnya di Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).

Pada November 2025, Singgih mulai membuka tablet Mozza yang masih ada di rumah. Dia lalu mendapati email Mozza yang terhubung dengan akun media sosial Mozza yang ada di tablet itu.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir dulu tablet itu sudah diperiksa dari kepolisian. Saya pikir ya memang tidak ada apa-apanya nggih, karena tidak menjadi barang bukti juga. Kan tablet posisinya di rumah. Makanya saya jarang megang tabletnya," ujar Singgih.

"Tapi tiba-tiba kok waktu bulan November itu saya pengin megang tabletnya. Saya cek satu per satu, saya buka emailnya, terus itu ternyata di email itu ada akun Instagram dan TikToknya Moza yang nyantol masih ada," sambungnya.

Singgih lalu mereset semua kata sandi akun media sosial Mozza yang tertaut dengan email di tablet itu. Dari situ Singgih bisa mengakses seluruh percakapan putrinya di dunia maya.

"Akhirnya saya ubah semua password emailnya yang saya untuk pribadi saya sendiri. Terus aplikasi itu saya instal, baru saya kembalikan lupa password. Akhirnya saya bisa membuka semua aplikasi itu dan saya bisa melihat isi DM, chat, dan semuanya teman-teman Mozza dari aplikasi tersebut," ucap Singgih.

Singgih lalu menemukan ada sebuah akun mencurigakan yang diduga milik pelaku dan kerap berinteraksi dengan Mozza. Temuan ini juga dia laporkan ke Polres Semarang.

"Baru ketemulah kalau di tabletnya itu ada sosial media dan lalu ada informasi tentang tersangka tersebut yang kebetulan pernah kita sampaikan ke Polres Semarang kalau akun ini mencurigakan," ungkap Singgih.

"Lainnya ada pengikut dan mengikutnya, tapi kok yang ini kok satu ini kok semuanya kosong. Tidak ada pengikutnya, tidak ada mengikutnya, dan postingan kosong. Tetapi DM-nya intensif ada dengan Mozza dan terakhir DM tanggal 22 Juni 2025," imbuhnya.

Berbekal tablet itu, Singgih juga mengetahui adanya sebuah kos di Candisari, Kota Semarang, yang belakangan diketahui sebagai tempat pembunuhan Mozza. Singgih melaporkan temuan ini pada polisi dan juga mendatangi langsung kos itu.

"Saya mencari dari ternyata ada informasi di tablet (terkait kos tersebut). Setelah saya laporkan ke pimpinan kemudian kanit bahwa ada laporan tersangka di kos tersebut. Karena belum ada laporan kembali dari pihak kepolisian tersebut, akhirnya saya memeriksa sendiri ke kosan tersebut," kata Singgih.

Singgih sempat bertanya-tanya kepada pemilik kos dan masuk ke dalam. Dia turut mencari sejumlah barang milik Mozza di kos itu, namun tidak menemukan apa pun.

"Saya meminta keterangan dari pemilik kos. Terus saya mengecek masuk ke dalam ke kos. Saya mintai barang bukti siapa tahu ada sandal anak saya atau motor apa tuh. Ternyata waktu di sana tidak ada apa pun. Makanya saya memutuskan untuk kembali," beber Singgih.

Kendati demikian, Singgih selalu melewati kos di Candisari itu setiap kali ia ke Semarang, berharap ada tanda-tanda putrinya kembali ke situ.

"Tapi saya tetap, kalau pas saya jalan ke Semarang, saya selalu lewat kos tersebut untuk melihat, mencari benar enggak ada motornya. Siapa tahu tiba-tiba pas saya lewat ada atau gimana. Tapi ternyata sampai penemuan ini, sampai pemeriksaan terakhir, tidak ada motor tersebut ataupun sandal ataupun anak saya di kos tersebut," kata Singgih.

Diberitakan sebelumnya, kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (17) terungkap setelah penemuan kerangka di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan pelaku, Mahendra Very Dwi Anggara (22) yang ditangkap pada Kamis (3/9) di Blora.

Hilangnya Mozza dilaporkan pihak keluarga pada 28 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan bukti berupa chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel yang dimiliki orang tuanya.

Berdasarkan pengakuan Very, pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025. Diketahui, dia dihabisi dengan cara dibekap di kamar kos wilayah Candisari, Kota Semarang. Pembunuhan ini dilakukan setelah korban dengan pelaku terlibat cekcok karena cemburu.

Setelah dibunuh, jasad Mozza dimasukkan ke dalam karung. Very lalu membuang jasad Mozza di jurang Jalan Tol Jangli dengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9/2026).

Setelah membunuh Mozza, Very berupaya menghilangkan jejak dengan menjual sepeda motor korban. Pelaku juga langsung pergi tanpa pamit dari kos TKP pembunuhan itu dan pulang ke rumahnya di Blora.

Very juga sempat mereset ponsel Mozza dan membuangnya di Kota Lama Semarang. Kartu identitas Mozza juga dibuang terpisah di wilayah Jalan Dokter Cipto Semarang.

Saksikan Live DetikSore:

Halaman 2 dari 2
(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads