Ayah Mozza Axillia Gunarsa (17), Singgih Gunarsa, menceritakan momen saat dirinya menerima kabar bahwa putrinya sudah ditemukan. Ia kaget dan syok saat tahu Mozza sudah meninggal dunia.
Singgih menceritakan, mulanya dia mendapat informasi tersebut dari salah satu temannya dari Salatiga.
"Waktu pertama kami menerima kabar penemuan putri kami, saya dapat info dari teman saya di Salatiga. Kebetulan temannya teman kami itu di Polrestabes Semarang, kebetulan Resmobnya juga," kata Singgih saat ditemui di rumah duka, Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman saya menginformasikan kalau putri kami sudah ketemu dan kondisinya sudah jenazah, dan kami menerima informasi dengan sangat kaget, syok, harus mendengar berita seperti itu," lanjutnya.
Singgih yang pada Jumat (4/9) ada janji bertemu dengan pihak Polres Semarang, lalu datang ke Mapolres sekaligus menyampaikan bahwa ia sudah mendengar kabar terkait putrinya. Bersama polisi, keluarga Singgih berangkat ke Semarang untuk identifikasi jenazah.
"Kebetulan waktu itu saya juga ada janjian dengan Resmob Polres Semarang untuk mengambil tabletnya Moza yang kita waktu itu diperiksa di Polres Semarang," ujar Singgih.
"Saya menyampaikan kalau saya sudah menerima informasi berita itu kalau putri kami sudah ketemu. Akhirnya kita dibantu Polres Semarang untuk menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk identifikasi jenazah," imbuhnya.
Setelah teridentifikasi dari sejumlah ciri-ciri, keluarga membenarkan bahwa kerangka yang ditemukan polisi adalah Mozza. Malam harinya, keluarga langsung membawa pulang dan memakamkan Mozza.
"Malamnya langsung dibawa pulang dan dimakamkan," ucap Singgih.
Diberitakan sebelumnya, kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (17) terungkap setelah penemuan kerangka di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan pelaku, Mahendra Very Dwi Anggara (22) yang ditangkap pada Kamis (3/9) di Blora.
Hilangnya Mozza dilaporkan pihak keluarga pada 28 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan bukti berupa chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel yang dimiliki orang tuanya.
Berdasarkan pengakuan Very, pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025. Diketahui, dia dihabisi dengan cara dibekap di kamar kos wilayah Candisari, Kota Semarang. Pembunuhan ini dilakukan setelah korban dengan pelaku terlibat cekcok karena cemburu.
Setelah dibunuh, tubuh Mozza dimasukkan ke dalam karung. Very lalu membuang jasad Mozza ke jurang Jalan Tol Jangli dengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9/2026) lalu.
Setelah membunuh Mozza, Very berupaya menghilangkan jejak dengan menjual sepeda motor korban. Pelaku juga langsung pergi tanpa pamit dari kos TKP pembunuhan dan kembali ke rumahnya di Blora.
Very juga sempat mereset ponsel Mozza dan membuangnya di Kota Lama Semarang. Kartu identitas Mozza juga dibuang terpisah di wilayah Jalan Dokter Cipto Semarang.
Saksikan Live DetikSore:
(dil/ahr)
