Warga Boyolali berinisial AM (20) kepergok saat hendak mencuri di sebuah rumah di Solo dalam kondisi bugil. Ia juga buang air besar di dalam kamar korban. Warga pun emosi mengetahui kelakuan AM.
Peristiwa terjadi hari Jumat (28/8) sekitar pukul 01.20 WIB di kawasan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan polisi mendatangi lokasi setelah mendapat laporan adanya seorang pemuda yang diamankan warga.
"Piket fungsi Polresta Surakarta mendatangi lokasi setelah mendapat informasi adanya seorang pemuda yang diamankan warga karena diduga melakukan percobaan pencurian," kata Lingga, dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Jumat (28/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa bermula saat pemilik rumah pulang dan mendapati kondisi rumah dalam keadaan gelap. Selain itu gembok pintu rumah juga sudah tidak berada di tempatnya.
Curiga dengan kondisi tersebut, korban kemudian masuk ke dalam rumah. Saat itulah korban melihat sosok pria berlari dari arah dapur menuju kamar.
"Pelaku kemudian bersembunyi di dalam selimut di kamar korban dalam kondisi tanpa busana. Korban yang mengetahui keberadaan pelaku kemudian berteriak meminta pertolongan," jelas Lingga.
Teriakan korban membuat pelaku panik. AM kemudian mengamuk hingga memecahkan cermin yang berada di dalam rumah.
Warga yang mendengar teriakan korban berdatangan dan langsung mengamankan AM. Pria tersebut sempat menjadi sasaran amukan massa.
"Iya, pelaku sempat dimassa," ucap Lingga.
Setelah pelaku diamankan, polisi mendapati kondisi kamar korban sudah berantakan. Tas milik istri korban juga ditemukan dalam keadaan telah dibongkar.
Selain itu petugas kepolisian juga menemukan hal mengejutkan. Yaitu kotoran yang diduga berasal dari pelaku di dalam kamar.
"Selain itu, ditemukan kotoran yang diduga milik pelaku di dalam kamar. Pelaku juga diduga berada dalam pengaruh obat," ujar Lingga.
Polisi sempat membawa pelaku ke Poliklinik Polresta Solo untuk menjalani pemeriksaan sekaligus mendapatkan perawatan setelah dimassa. Setelah itu AM dibawa ke Polresta Solo untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
"Dalam perkembangan penanganan, Polresta Surakarta berkoordinasi dengan Polsek Ampel, Polres Boyolali, serta pihak keluarga AM. Dari hasil koordinasi, diketahui AM sedang dalam proses pemulihan depresi setelah ibunya meninggal dunia. Dua hari sebelum kejadian, AM diketahui meninggalkan rumah," terangnya.
Terpisah, Kapolresta Solo Kombes Catur Cahyono Wibowo mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana.
"Masyarakat kami imbau untuk tidak main hakim sendiri. Apabila mengetahui atau mengalami suatu tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan sesuai dengan ketentuan hukum," pungkas Catur.
