Polisi Sita 984 Tabung Gas dari Lokasi Oplos LPG di Blora

Polisi Sita 984 Tabung Gas dari Lokasi Oplos LPG di Blora

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 10:32 WIB
Petugas kepolisian saat memeriksa tempat pengoplosan LPG di Nglencong, Botoreco, Kunduran, Blora.
Petugas kepolisian saat memeriksa tempat pengoplosan LPG di Nglencong, Botoreco, Kunduran, Blora. Foto: Dok Satreskrim Polres Blora
Blora -

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Blora mengungkap tindak pidana pengoplosan LPG di wilayah Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kunduran, Blora. Total sebanyak 984 tabung gas berbagai ukuran berhasil diamankan 806 di antaranya adalah tabung LPG 3 yang telah diisi.

"Kejadian diduga tindak pidana pengoplosan gas elpiji bersubsidi ke tabung elpiji non subsidi. TKP di pekarangan dekat hutan turut tanah Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora," ungkap Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin kepada detikJateng, Rabu (15/7/2026).

Kejadian bermula pada hari Selasa (14/7) sekira pukul 04.00 WIB setelah polisi mendapat laporan dari warga tentang adanya peristiwa pengoplosan LPG subsidi yang terjadi di wilayah Kunduran tersebut langsung menuju TKP, untuk memastikan adanya laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesampainya di TKP mendapati beberapa tabung Gas LPG mulai dari Ukuran 3 Kg, 12 Kg dan 50 Kg beserta perlengkapan pengoplosan serta Kbm Truk sebagai armada Pengangkutan LPG tersebut," terang Zaenul.

Tim Polres Blora bersama anggota Polsek Kunduran kemudian melakukan olah Tempaf Kejadian Perkara, kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dan 6 orang tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

"Tim melaksanakan olah TKP dan berhasil mengamankan beberapa orang tenaga kerja Bongkat muat LPG yang masih berada di TKP dan barang bukti selanjutnya diamankan dan dibawa ke Polres Blora guna proses penyidikan lebih lanjut," jelas dia.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita dua unit truk masing-masing bernomor polisi K-9832-Y dan S-8205-HO.

Sebanyak 984 tabung gas berbagai ukuran diamankan. Dengan rincian sebanyak 806 tabung LPG 3 kilogram berisi, 18 tabung LPG 3 kilogram kosong, 145 tabung LPG 12 kilogram, serta 15 tabung LPG ukuran 50 kilogram.

Selain itu, turut diamankan 50 selang regulator yang diduga digunakan sebagai alat pemindahan gas, 99 tutup segel tabung LPG 12 kilogram warna oranye, satu buah paku yang diduga dipakai membuka segel dan klep tabung, selembar plastik bekas penutup es balok, serta bekas segel tabung LPG 3 kilogram dari sejumlah daerah, yakni Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Lamongan.

Sebelumnya, pantauan dari lokasi, tempat itu berada di tanah kosong milik warga, dengan pagar dari tong. Namun pagar itu tidak tertutup rapat. Lokasi itu dekat dengan pemukiman warga. Tidak ada garis polisi di lokasi.

Menurut warga sekitar lokasi, polisi mengamankan sejumlah tabung LPG berbagai ukuran, dua unit truk, sejumlah kendaraan, serta beberapa orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

Kepala Dusun Nglencong, Jadi, mengatakan dirinya mengetahui adanya penggerebekan itu setelah diberi tahu Ketua RT.

"Saya diberi tahu Pak RT kalau ada musibah di sini. Saya mewakili desa datang ke lokasi. Informasinya ada pengoplosan gas yang digerebek Polres Blora. Soal transaksinya saya tidak tahu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7).

Jadi tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Dia bilang saat itu polisi masih melakukan pemeriksaan. Di lokasi saat itu masih tampak banyak tabung LPG yang belum diangkut.

Ia memperkirakan jumlah tabung yang diamankan mencapai lebih dari 100 buah, meliputi tabung LPG bersubsidi 3 kilogram dan tabung LPG nonsubsidi 12 kilogram berwarna merah muda.

"Kalau yang tiga kilogram tadi ada satu rit truk yang dibawa. Yang pink juga puluhan tabung. Modusnya isi dari tabung 3 kg dimasukkan ke tabung 12 kg," kata Jadi.

Jadi menambahkan, saat itu di lokasi juga terlihat dua unit truk dan sekitar enam sepeda motor yang diduga digunakan para pekerja. Menurut informasi yang dia terima, para pekerja bukan warga setempat. Sejumlah pekerja itu diduga dari wilayah Kecamatan Kunduran.

"Ada sekitar lima sampai enam orang yang diamankan petugas. Pengamanan selesai sekitar pukul 11.00 WIB," imbuh Jadi.

Warga sekitar, Supatdiyono, mengatakan aktivitas di lokasi tersebut baru berlangsung sekitar tiga minggu terakhir dan diduga baru beroperasi dua kali.

"Baru sekitar dua kali ini (beroperasi). Saat proses pengoplosan itu baunya sangat menyengat. Kami sebenarnya sempat khawatir dan was-was kalau sampai terjadi kebakaran," ucap dia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penggerebekan itu diduga berlangsung sejak malam hingga tadi sekitar pukul 11.00 WIB.



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads