Polres Blora menggerebek tempat yang diduga untuk mengoplos gas elpiji (LPG) di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Blora. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pemilik tempat pengoplosan LPG tersebut.
Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa sejumlah tabung gas. Barang bukti tersebut diamankan ke Polres Blora.
"Betul (polisi mengamankan tempat pengoplosan gas elpiji). Dari Polres gabungan sama Polsek memang melaksanakan penggerebekan gas elpiji tersebut," ucap Kasi Propam Polres Blora, AKP Rustam, saat dimintai konfirmasi melalui ponsel, Selasa (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuman untuk mengarah ke pemiliknya belum, masih penyelidikan. Sementara yang diamankan yang barang bukti dulu. Belum mengarah ke pemilikan," sambungnya.
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin juga membenarkan adanya penggerebekan tempat pengoplosan gas elpiji di Dukuh Nglencong, Desa Botoreco, Kunduran, Blora.
"(Penggerebekan tempat oplosan gas elpiji?) Ya mas. Tadi habis mengamankan tabung gas elpiji, laporan lengkapnya menyusul ya," ucapnya saat dihubungi wartawan.
Pantauan dari lokasi, tempat itu berada di tanah kosong milik warga, dengan pagar dari tong. Namun pagar itu tidak tertutup rapat. Lokasi itu dekat dengan pemukiman warga. Tidak ada garis polisi di lokasi.
Menurut warga sekitar lokasi, polisi mengamankan sejumlah tabung LPG berbagai ukuran, dua unit truk, sejumlah kendaraan, serta beberapa orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Kepala Dusun Nglencong, Jadi, mengatakan dirinya mengetahui adanya penggerebekan itu setelah diberi tahu Ketua RT.
"Saya diberi tahu Pak RT kalau ada musibah di sini. Saya mewakili desa datang ke lokasi. Informasinya ada pengoplosan gas yang digerebek Polres Blora. Soal transaksinya saya tidak tahu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7).
Jadi tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Dia bilang saat itu polisi masih melakukan pemeriksaan. Di lokasi saat itu masih tampak banyak tabung LPG yang belum diangkut.
Ia memperkirakan jumlah tabung yang diamankan mencapai lebih dari 100 buah, meliputi tabung LPG bersubsidi 3 kilogram dan tabung LPG nonsubsidi 12 kilogram berwarna merah muda.
"Kalau yang tiga kilogram tadi ada satu rit truk yang dibawa. Yang pink juga puluhan tabung. Modusnya isi dari tabung 3 kg dimasukkan ke tabung 12 kg," kata Jadi.
Jadi menambahkan, saat itu di lokasi juga terlihat dua unit truk dan sekitar enam sepeda motor yang diduga digunakan para pekerja. Menurut informasi yang dia terima, para pekerja bukan warga setempat. Sejumlah pekerja itu diduga dari wilayah Kecamatan Kunduran.
"Ada sekitar lima sampai enam orang yang diamankan petugas. Pengamanan selesai sekitar pukul 11.00 WIB," imbuh Jadi.
Warga sekitar, Supatdiyono, mengatakan aktivitas di lokasi tersebut baru berlangsung sekitar tiga minggu terakhir dan diduga baru beroperasi dua kali.
"Baru sekitar dua kali ini (beroperasi). Saat proses pengoplosan itu baunya sangat menyengat. Kami sebenarnya sempat khawatir dan was-was kalau sampai terjadi kebakaran," ucap dia.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penggerebekan itu diduga berlangsung sejak malam hingga tadi sekitar pukul 11.00 WIB.
