Polisi telah mengklarifikasi pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga saling sikut dengan pendukung Bupati Pati nonaktif Sudewo. Petugas KPK disebut tak sengaja karena kondisi ramai.
Hal itu disampaikan Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok. Ia mengatakan, usai sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, kondisi sempat ricuh.
"Tadi dari jalannya persidangan, karena memang massanya banyak, mungkin ada salah satu pihak yang gesturnya memang secara tidak sengaja mengenai Pak Sudewo," kata Riki saat dihubungi detikJateng, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya pun telah mengamankan petugas KPK tersebut karena tindakannya dinilai bukan atas kesengajaan.
"Itu terlihat seperti mungkin menampar atau menyenggol, betul. Tetapi sudah diklarifikasi dari pihak penyidiknya bahwa itu ketidaksengajaan. Kami juga mencoba mengamankan, karena itu gesturnya tidak murni tindakan sengaja," tuturnya.
Dia pun membantah kabar soal petugas KPK itu sempat memukul dan meludahi Sudewo seperti yang tersebar.
"Nggak. Itu kan karena memang dalam kerumunan, sehingga di dalam kerumunan itu kan berdesakan orang, sehingga ada beberapa gestur gerakan yang mungkin karena tidak sengaja mengenai badan ataupun anggota tubuh Pak Sudewo," jelasnya.
Pihak Polrestabes Semarang sendiri tadi menerjunkan 140 personel. Kemudian ada satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pasukan Penanggulangan Huru Hara (PHH) dari Sat Brimob Polda Jateng.
"Kemudian ada juga satu unit escape dari Brimob Polda dan Patwal Polres Pati juga ada di sana," jelasnya.
Pihak kepolisian juga sempat memindahkan Sudewo dari mobil tahanan ke mobil rantis Brimob. Menurutnya, mobil itu juga sudah disiagakan sejak awal sidang.
"Kendaraan memang sudah disiapkan. Kita dari pihak kepolisian juga mempunyai beberapa tahapan eskalasi keadaan, hijau, kuning ataupun merah," ucapnya.
"Salah satu dari eskalasi merah ini menyiapkan kendaraan escape untuk mengamankan Pak Sudewo apabila terjadi keadaan yang tidak diinginkan. Karena kondisi massa banyak, Pak Sudewo untuk keselamatan kita amankan ke kendaraan rantis," lanjutnya.
Ia mengaku terdapat kesulitan saat mobil hendak keluar dari pengadilan dikarenakan adanya kerumunan massa. Namun, pihak kepolisian berusaha memecah kerumunan massa sebelum mobil jalan.
"Personel juga kita terjunkan untuk memecah massa, sehingga kendaraan rantis tersebut juga sudah bisa keluar dari kerumunan massa," ucapnya.
"Mobil rantis sebetulnya di dalam juga ada AC dan tempat duduk. Tidak pengap meski lapis baja untuk melindungi lemparan," jelas Riki menjawab kondisi Sudewo 1,5 jam di dalam rantis.
Ke depannya, pihak kepolisian akan memitigasi kericuhan pada sidang korupsi Sudewo. Polrestabes akan membuat beberapa tahapan eskalasi, belajar dari aksi hari ini.
"Ini akan menjadi pembelajaran ke depan. Sidang lanjutannya akan menurunkan personel dan juga membuat tahapan eskalasi hijau, kuning, dan merah," tuturnya.
"Nanti mungkin akan dibuat parameter bagaimana cara mengeluarkan Pak Sudewo dari tempat persidangan, ke depan pasti akan lebih kita perbaiki kembali," sambungnya.
Ia memastikan tak ada pendukung Sudewo maupun massa aksi yang diamankan pihak kepolisian usai aksi siang tadi.
