Aldiano Akbar (19) warga Sidowayah, Kecamatan Klaten Tengah, bersama dua rekannya menjadi korban klitih saat malam takbiran Idul Adha di wilayah Prambanan, Klaten. Saat ini empat pelaku telah ditangkap.
"Iya betul, ada empat orang. Sudah (diamankan) sejak hari Senin (1/6) kemarin," jelas Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa kepada detikJateng, Kamis (4/6/2026).
Polisi menyebut menangkap keempat pelaku usai menerima laporan terkait penganiayaan tersebut. Dari 4 pelaku, 3 di antaranya masih di bawah umur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga anak dan satu dewasa. Ditahan, dua orang dari Sleman dan dua dari Klaten," lanjut Taufik.
Polisi belum mengungkap detail peristiwa tersebut. Taufik hanya menjelaskan korban dianiaya dengan celurit usai berpapasan dengan pelaku.
"Kasusnya kekerasan jalanan, saling bertemu di jalan," imbuhnya.
Kapolsek Prambanan AKP Nyoto membenarkan kejadian penganiayaan dengan celurit terjadi di Prambanan, Klaten. Korban melaporkan ke Polres Klaten.
"Laporan korban ke Polres Klaten. Iya betul (lokasi di jalan dekat candi Sewu, Prambanan, Klaten)," ungkap Nyoto kepada detikJateng.
Sementara itu dikutip detikJateng dari laman prokopim.klaten.go.id, diketahui Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menjenguk korban pada Rabu (3/6). Dari foto laman itu juga diketahui korban mengalami luka cukup serius.
Tampak korban hanya berbaring di kasur dengan satu kaki korban diperban dari paha hingga ujung kaki. Area bahu korban juga nampak terdapat lilitan perban.
Hamenang menyebut korban harus menjalani operasi akibat luka yang dideritanya. Pihaknya juga telah membantu korban usai mengetahui biaya operasi ditanggung secara mandiri oleh keluarga korban.
"Proses pemulihan korban belum selesai karena masih membutuhkan perawatan lanjutan. Untuk itu, pengobatan berikutnya akan kami kawal melalui Dinas Kesehatan. Jika ada kebutuhan yang belum dapat tercover melalui BPJS maupun layanan kesehatan lainnya, Baznas juga siap memberikan dukungan," kata Hamenang.
Pemerintah Kabupaten Klaten juga berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kecamatan dan pihak terkait untuk memastikan dua korban lainnya juga mendapatkan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.
(afn/apu)
