Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan di Jalanan Wonogiri

Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan di Jalanan Wonogiri

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 20 Mei 2026 17:10 WIB
Pelaku pelecehan seksual M (27), saat di periksa di unit Reskrim Polres Wonogiri.
Pelaku pelecehan seksual M (27), saat di periksa di unit Reskrim Polres Wonogiri. Foto: dok. Reskrim Polres Wonogiri
Wonogiri -

Polres Wonogiri menangkap pelaku dugaan pelecehan yang beraksi di jalanan Wonogiri. Pria yang diamankan itu berinisial M (27) warga Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Dia nekat melakukan pelecehan terhadap seorang wanita yang tengah mengendarai sepeda motor di jalan Manyaran-Watukelir, Kecamatan Manyaran. Kasus ini terungkap berkat keberanian korban melapor ke pihak kepolisian.

Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, mengatakan korban berinisial S (19), melaporkan kejadian itu pada Senin (18/5) malam. Selang 5 jam, polisi berhasil membekuk pelaku setelah melakukan serangkaian proses penyelidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modusnya pelaku membuntuti korban dengan motor. Korban pelan, dia ikut pelan, korban kencang, dia ikut kencang. Setelah menemukan tempat yang sepi, motor disejajarkan kemudian pelaku meremas bagian vital korban," kata Wahyu saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (20/5/2026).

ADVERTISEMENT

Rupanya, aksi pelaku ini bukan baru kali ini saja terjadi. Kapolres mengatakan, aksi dengan modus serupa itu sudah dilakukan sebanyak empat kali, menurut pengakuan pelaku. Namun saat ini baru ada dua korban yang membuat laporan.

Korban satunya yang melaporkan mendapatkan perlakuan tidak pantas dari pelaku pada Selasa (12/5) lalu. Kapolres mendorong bagi korban lainnya untuk berani melapor ke petugas kepolisian.

"Jangan takut melaporkan untuk memutuskan calon korban lainnya. Kalau tidak dilaporkan, pelaku akan merasa aman dan menormalisasi perbuatannya. Ketika dilaporkan, kami akan tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.

Dari pengakuan pelaku, aksi itu dilakukan karena iseng semata. Namun pelaku sudah mempersiapkan semuanya agar tidak ketahuan, seperti menutup plat nomor dengan solasi.

Namun alibi pelaku itu masih akan didalami pihak kepolisian. Wahyu mengatakan, akan menggandeng psikiater untuk mengetahui motif pelaku melakukan aksi itu.

"Kalau motif pengakuannya iseng. Tapi akan kita dalami lagi apa motifnya, apa karena penyimpangan seksual atau kelainan, atau dia ingin membuat konten yang bisa dijual. Kita akan selidiki lebih lanjut. Kita akan kuatkan dari sisi psikologinya," pungkasnya.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads