Ayah Santriwati Pati Ngaku Diancam Usai Laporkan AS Predator Seks

Jabodetabek

Ayah Santriwati Pati Ngaku Diancam Usai Laporkan AS Predator Seks

Taufiq Syarifudin - detikJateng
Kamis, 07 Mei 2026 20:30 WIB
Poster anti pelecehan seksual pemerkosaan
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Poster anti pelecehan seks. Foto: dikhy sasra
Solo -

Ayah santriwati korban pelecehan pemilik Pondok Pesantren di Pati mengaku sempat mendapat intimidasi dan ancaman dari keluarga pelaku setelah dirinya melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

"Itu yang dikatakan anak saya beberapa temannya saya datangi, ternyata yang dikatakan anak saya itu saya cocok apa yang telah dikatakan anak saya, apa yang diperlakukan, apa yang dilakukan oleh Pak Kiainya kepada anak-anak tadi. Ya berkenaan dengan masalah itu pelecehan seksual tadi," kata ayah korban kepada wartawan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/4/2026), dikutip dari detikNews.

Ayah korban mengatakan telah membuat laporan ke polisi sejak 2024. Sejak itu pula keluarganya mendapat intimidasi hingga beberapa kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam proses setelah saya laporan, buat laporan itu saya beberapa kali mendapat intimidasi dari keluarga pelaku. Termasuk ancaman," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, ayah korban tetap bertekad memperjuangkan keadilan untuk anaknya dan teman-teman anaknya.

"Di situ saya tidak putus asa soalnya dari awal tujuan saya bukan untuk semata-mata saya atau anak saya, tapi saya di situ melihat banyak generasi atau anak-anak jadi korban. Itulah yang mulai dari niat saya untuk membuka laporan di Polres. Karena kalau dibiarkan itu mungkin saja banyak sekali jadi korban oleh oknum tadi," kata dia.

Ayah korban juga sempat mencurigai AS yang sering mengajak wanita ketika sedang ada kegiatan di luar.

"Lah di situ ya saya sebenarnya itu juga dari kelakuan si pelaku itu, saya sudah gerak-geriknya itu kerjanya sudah negatif gitu. Soalnya kalau jalan keluar, entah itu pergi kegiatan untuk... itu ada kegiatan di luar, itu yang diajak itu cewek-cewek gitu," ucap dia.

Kecurigaan dia mulai meningkat setelah anaknya menceritakan hal yang sama.

"Tapi setelah anak saya itu bilang sama ibunya gini gini gini, saya mulai itu berarti kecurigaan saya selama ini bener. Jadi setelah anak saya memberi penjelasan kepada ibunya itu tadi, saya lakukan itu temen-temennya itu saya hubungi. Ternyata bener apa yang dikatakan anak saya, anak-anak temen-temen anak saya tadi diperlakukan seperti apa yang dikatakan anak saya itu," kata dia.

Semula ayah korban sempat takut hal ini akan dianggap aib jika terungkap.

"Tapi demi untuk berjuang untuk orang banyak, saya siap, saya ajak anak saya bismillah ayo Nduk, bismillah memperjuangno kanca-kancamu nggih mboten Nduk? (Memperjuangkan teman-temanmu, bener nggak?) Nggih. Bismillah muga-muga (semoga) barokah," ucap dia.

Setelah kasus yang menjerat AS menjadi viral, ayah korban mulai merasa lega.

"Tapi saya terima kasih kepada semua masyarakat setelah ini itu dari media viral, alhamdulillah plong rasanya. Soalnya apa beban sing wonten manah kulo manah lare (beban yang ada di saya dan anak), termasuk perjuangan iki banyak yang membantu lah nggih," pungkasnya.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads