2 Warga China Bertopeng Lionel Messi Satroni Rumah Kosong di Bogor

Jabodetabek

2 Warga China Bertopeng Lionel Messi Satroni Rumah Kosong di Bogor

Muchamad Sholihin - detikJateng
Selasa, 05 Mei 2026 19:24 WIB
Polisi dan Imigrasi menangkap 2 WN China bertopeng Messi yang bobol rumah mewah di Kota Bogor.
Foto: Polisi dan Imigrasi menangkap 2 WN China bertopeng Messi yang bobol rumah mewah di Kota Bogor. (Solihin/detikcom)
Solo -

Dua warga negara China diciduk karena diduga mencuri di rumah kosong di perumahan mewah Rancamaya, Kota Bogor. Uniknya, saat beraksi, mereka mengenakan topeng bintang sepakbola asal Argentina, Lionel Messi.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, menuturkan kedua pelaku, RW dan JW, ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Bali, saat hendak pulang ke negaranya, Sabtu (2/5). Dua pelaku lainnya, AL dan LS, ditetapkan sebagai buronan.

"Untuk yang ditahan ini ada dua (pelaku), yaitu RW dan JW. Untuk (pelaku) AL dan LS, itu kita sedang koordinasikan dengan Hubinter terkait Red Notice dan hal lainnya," kata Aji dalam jumpa pers di Mapolresta Bogor, Selasa (5/5/2026), dilansir detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aji menerangkan pada kasus ini, pelaku berjumlah tiga orang. Para pelaku terekam CCTV saat beraksi.

ADVERTISEMENT

"Jadi berdasarkan di dalam CCTV rumah, berdasarkan analisa, ada terlihat dua orang pelaku berbadan tegap dan tinggi, sedangkan satu orang lainnya berbadan pendek," jelasnya.

"Kemudian ketiga pelaku menggunakan topeng bergambar wajah pemain sepak bola Argentina, Lionel Messi," lanjut Aji.

Diketahui Pemilik Rumah Lewat Alarm Nyambung HP

Aji menjelaskan, para pelaku membobol rumah yang dalam kondisi kosong usai ditinggal pemiliknya ke China pada 22 Maret lalu, sekitar pukul 20.45 WIB. Namun, pemilik rumah tahu rumahnya dicuri berkat alarm yang tersambung ke handphone.

"Kita lakukan penyelidikan selama satu bulan untuk mengungkap tersangka atau para pelaku ini. Dengan berkoordinasi dengan imigrasi baik Kantor Imigrasi Bogor, dan imigrasi Ngurah Rai, Polda, Dithubinter dan intansi yang terkait," kata Aji didampingi Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor Muhdy Assegaff dan Kasi Pemeriksaan Kantor imigrasi kelas 1 khusus TPI Ngurah Rai Muhammad Teguh Santoso.

Sementara Teguh Santoso menambahkan, RW dan JW terdeteksi saat melewati autogate Bandara Ngurah Rai. Kedua pelaku terbaca oleh sistem pada aplikasi subject of interest yang merupakan salah satu sistem cegah dini pelaku kejahatan di bandara.

"Berawal dari informasi tersebut, kami masukkan, kami input nama-nama yang tersebut dalam aplikasi subject of interest. Singkat cerita pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2026, warga negara China ini mencoba untuk berangkat melalui bandara internasional Ngurah Rai," kata Teguh di Polresta Bogor Kota.

"Mereka mencoba berangkat melalui mesin autogate, namun karena yang bersangkutan sudah masuk dalam aplikasi subject of interest, maka autogate menolak data mereka untuk dimasukkan," imbuhnya.

Hasil pemeriksaan melalui sistem, kata Teguh, kedua pelaku terungkap sebagai diduga pelaku pencurian di Kota Bogor. Selanjutnya, kedua diamankan dan dikoordinasikan ke pihak Imigrasi dan Polresta Bogor Kota.

"Hasil koordinasi tersebut, sampaikan bahwa agar ditahan warga negara China tersebut dan berkoordinasi dengan Polresta Bogor. Nah setelah itu rekan-rekan dari Polresta Bogor datang ke Bandara Ngurah Rai untuk mengamankan, sekaligus melakukan berita acara serah terima terhadap tersangka," imbuhnya.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads