Dua pria tewas setelah dikeroyok lalu dibakar di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, dini hari tadi. Peristiwa itu bermula dari ajakan duel lewat video call WhatsApp.
Dilansir detikBali, korban berinisial ER (30) dan HA (29). Awalnya, kedua korban dan seorang rekannya yang bernama Budi minum minuman keras di kawasan Dermaga Pelabuhan Benoa.
Dalam kondisi mabuk, ER melakukan panggilan video ke salah satu pelaku inisial IS. Panggilan video itu diduga untuk menantang berkelahi sekaligus mengancam akan membunuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tepatnya dipukul kurang lebih pukul 03.00 dini hari, korban mengajak para pelaku untuk berantem lewat video call dalam pengaruh minuman beralkohol," kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra di Mapolresta Denpasar, Jumat (10/4/2026).
Setelah saling tantang, kedua korban bersama Budi mendatangi lokasi pertemuan di depan restoran Be Tuna Sirip Biru. Saat itu korban masih dalam pengaruh alkohol.
Kemudian lima pelaku datang menggunakan sepeda motor dan langsung melakukan penyerangan. Korban dipukuli menggunakan balok kayu dan batu, serta ditendang. Saat itu Budi melarikan diri dan bersembunyi.
Sekitar 30 menit kemudian, saat situasi mulai sepi, Budi kembali ke lokasi dan melihat kedua korban masih hidup namun sudah dalam kondisi lemah di selokan bawah pohon.
"Setelah korban dalam keadaan lemah, kemudian pelaku datang kembali untuk membakar. Disiram bensin kemudian dibakar," ujar Agus.
Saat itu Budi kembali melarikan diri dan bersembunyi. Setelah para pelaku pergi, ia kembali ke lokasi dan mendapati kedua korban sudah terbakar.
Menurut polisi, aksi brutal tersebut diduga dipicu oleh rasa sakit hati sejak lama. Korban dan pelaku juga diketahui saling mengenal karena sama-sama berada di kawasan Pelabuhan Benoa.
"Para pelaku ini awalnya dendam karena korban mengajak berkelahi ataupun sering mengganggu para pelaku ini, bahkan mengancam akan membunuh," ungkap Agus.
Lima pelaku telah ditangkap. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, batu, balok kayu berukuran 35 cm, botol plastik berisi bensin yang terbakar, ponsel pelaku, jaket, serta sepatu yang ikut terbakar.
Hingga kini polisi masih mendalami apakah korban maupun pelaku tercatat sebagai anak buah kapal (ABK) pada perusahaan tertentu.
(dil/apl)











































