Kepsek SMK Brebes Otak Pengoplos LPG di Sekolah Ditangkap

Kepsek SMK Brebes Otak Pengoplos LPG di Sekolah Ditangkap

Imam Suripto - detikJateng
Jumat, 10 Apr 2026 16:18 WIB
Kasek SMK Brebes Otak Pengoplos LPG di Sekolah Ditangkap
Barang bukti praktik oplos gas LPG di Brebes. (Foto: Imam Suripto/detikJateng)
Brebes -

Polisi mengungkap tindak pidana pengoplosan gas LGP subsidi 3 kg ke tabung gas 12 nonsubsidi di sebuah gudang SMK swasta di Brebes. Polisi menetapkan kepala sekolah sebagai tersangka karena menjadi otak pengoplos gas.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah kepada wartawan menjelaskan, praktik pengoplosan gas ini digerebek pada Rabu (8/4) lalu. Pihaknya menetapkan 2 tersangka, yakni guru sekaligus kepala sekolah berinisial KH (50) dan T (46) sebagai tenaga pengoplos gas.

"Polres Brebes membongkar tindak pidana penyalahgunaan elpiji subsidi 3 kg ke tabung 12 kg non subsidi," jelas Lilik, Jumat (10/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lilik menjelaskan, tersangka KH merupakan pemilik barang yang memerintahkan kepada T untuk melakukan pengoplosan. Guru ini mempergunakan lokasi sekolah untuk mengoplos elpiji.

"Guru KH sebagai pemilik barang memerintahkan tersangka dua inisial T untuk mengoplos elpiji. Guru ini mempergunakan lokasi untuk kegiatan mengoplos elpiji," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti regulator, 64 tabung LPG 3 kg, 79 tabung LPG 12 kg, tutup bekas serta karet seal tabung LPG.

Praktik pengoplosan dilakukan dengan memindahkan isi tabung 3 kg ke tabung 12 kg nonsubsidi. Caranya dengan meletakkan tabung 3 kg yang berisi elpiji di atas tabung kosong 12 kg.

"Modusnya dengan memindahkan isi tabung subsidi 3 kg ke tabung 12 kg. Caranya tabung 3 kg yang berisi elpiji diletakkan di atas tabung 12 kg yang kosong dan disambungkan dengan regulator ganda. Selanjutnya ditunggu selama 1 jam dan diulangi sampai tabung 12 kg terisi penuh," beber Lilik.

Para pelaku telah melakukan pengoplosan tersebut sejak bulan Februari 2026. Dalam praktiknya, pelaku membeli gas subsidi 3 kg seharga Rp 18 ribu sampai Rp 21 ribu.

Untuk mengisi tabung 12 diperlukan 3 tabung 3 kg. Selanjutnya gas 12 kg hasil oplosan dijual di pasaran dengan harga Rp 190 ribu. Harga jual itu jauh lebih murah dibanding harga elpiji 12 kg asli yakni Rp 266 ribu.

"Untuk menarik pembeli, harga jualnya dipatok lebih rendah dari yang asli. Hasil oplosan itu dijual Rp 190 ribu, sedangkan harga elpiji 12 kg asli Rp 266 ribu. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp 802 juta," imbuhnya.




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads