Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan mengamankan Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman bersama sejumlah pejabat diangkut menggunakan bus menuju Mapolresta Banyumas untuk menjalani pemeriksaan. KPK juga melakukan penyegelan di kantor Pemerintahan Kabupaten Cilacap.
Dari pantauan di lapangan, KPK menyegel dua ruangan di kantor Pemerintahan Kabupaten Cilacap. Dua ruangan yang disegel adalah ruangan Sekda dan Asisten Sekda Cilacap.
Dua ruangan tersebut berada di lingkungan kantor Pemerintahan Kantor Bupati Cilacap. Sementara untuk pintu depan rumah dinas bupati terpantau tidak tersegel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana kantor pemerintahan Kabupaten Cilacap juga nampak lengang. Pada pukul 17.00 WIB pintu gerbang kompleks pemerintahan ditutup.
Sementara itu hingga pukul 19.35 WIB sejumlah awak media masih menunggu di halaman gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas. Sejumlah rombongan pejabat yang diangkut menggunakan bus masih menjalani pemeriksaan di gedung tersebut.
Ruangan Sekda Cilacap yang disegel dalam OTT KPK pada Jumat (13/3/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng |
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Cilacap. Dalam OTT ini Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman dirumorkan ikut terjaring.
Usai OTT di Kabupaten Cilacap, rombongan dibawa menggunakan bus ke Mapolresta Banyumas. Selain Syamsul KPK juga informasinya membawa sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.
"Tadi rombongan sampai sini sekitar jam 16.15 WIB. Ada banyak orang di bus, termasuk PJU," kata anggota polisi Polresta Banyumas yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Dari informasi yang disampaikan, selain bus KPK juga menggunakan sejumlah mobil kecil. Pantauan detikJateng, setidaknya ada tiga mobil dengan pelat nomor B dan F terparkir di halaman gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas.
"Masih pemeriksaan awal," kata sumber tersebut.
(alg/afn)












































