Suasana yang biasanya tenang berubah menjadi gaduh di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, kemarin malam. Hal ini karena adanya informasi seorang narapidana (napi) yang kabur dari Lapas di Pulau Nusakambangan dengan menumpang perahu nelayan warga setempat.
Seorang warga setempat, Wari, mengatakan peristiwa itu terjadi saat warga sedang melaksanakan salat tarawih. Awalnya napi tersebut memaksa seorang nelayan untuk menyeberangkannya dari Nusakambangan menuju Kutawaru.
"Warga yang nelayan biasa itu ditumpangi napi. Seperti dipaksa untuk menyeberang dari Nusakambangan ke Kutawaru sekitar pukul 19.30 WIB saat waktu tarawih," kata Wari saat dihubungi detikJateng, Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, napi tersebut diketahui membawa senjata tajam yang biasa digunakan untuk berkebun di Nusakambangan.
"Dia sempat mengancam. Intinya kalau tidak diseberangkan dia membawa senjata tajam. Katanya dari Nusakambangan, dia memang berkebun di sana, jadi bawa sajam," jelasnya.
Kabur Lewat Pematang Sawah
Setelah tiba di salah satu dermaga di Dusun Ciperet, Kutawaru, napi tersebut langsung melarikan diri ke area persawahan.
"Waktu turun di salah satu dermaga di Dusun Ciperet, dia langsung lari lewat pematang sawah," ujar Wari.
Gerak-gerik pria tersebut membuat warga curiga. Warga lalu berusaha mencari dan melacak keberadaannya.
Saat proses penyeberangan, nelayan yang mengantar tidak sendirian. Beberapa nelayan lain ikut mengawasi dari kejauhan karena khawatir terjadi sesuatu.
"Satu nelayan yang mengantar, tapi teman-temannya mengawal dari jauh karena takut terjadi apa-apa," katanya.
Salah satu nelayan yang mengawal itu sempat melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa.
Warga dan Babinsa Lakukan Penyisiran
Setelah mendapat laporan, Babinsa bersama warga langsung melakukan penyisiran di sekitar dermaga hingga area persawahan dan perkebunan.
Mereka mengepung sejumlah jalur yang diduga menjadi akses pelarian untuk mempersempit ruang gerak napi tersebut.
"Babinsa dan warga menyisir area dermaga, sawah, dan perkebunan. Intinya mengepung jalur alternatif supaya dia tidak bisa keluar," kata Wari.
Napi tersebut sempat muncul di jalan raya sebelum kembali masuk ke pekarangan rumah warga. Warga kemudian kembali mengepung lokasi tersebut.
"Akhirnya dia masuk ke pekarangan warga lagi. Terus dikepung lagi sampai akhirnya tertangkap di belakang salah satu rumah warga sekitar pukul 20.15 WIB," ujarnya.
Warga yang menangkapnya tidak melakukan aksi main hakim sendiri.
"Tidak dihakimi, cuma ditangkap saja lalu diserahkan ke petugas," tambahnya.
Polisi dan Petugas Lapas Datang ke Lokasi
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Soecahyo mengatakan sebelumnya warga memang sudah mendengar informasi adanya napi yang kabur.
Warga kemudian melihat seseorang yang mencurigakan karena masih mengenakan pakaian napi.
"Awalnya warga sudah dengar ada napi kabur. Kemudian warga melihat ada orang yang kebetulan memakai baju napi. Lalu diamankan dan ditanya, ternyata benar napi yang melarikan diri," kata Galih.
Warga lalu menghubungi seorang pegawai lapas yang mereka kenal. Informasi tersebut diteruskan hingga akhirnya sampai ke petugas di Nusakambangan dan kepolisian.
"Pegawai lapas kemudian menghubungi rekannya di Nusakambangan. Setelah itu lapas menghubungi Polsek Nusakambangan," jelasnya.
Polsek Nusakambangan kemudian berkoordinasi dengan Polsek Cilacap Tengah. Saat itu petugas kepolisian yang sedang patroli di penyeberangan Prenca langsung menuju lokasi kejadian.
"Polisi yang patroli langsung menyeberang ke lokasi. Polsek Nusakambangan bersama petugas lapas juga datang ke TKP," kata Galih.
Setelah berhasil diamankan, napi tersebut kemudian dibawa petugas menuju Lapas di kawasan Sodong, Cilacap. Napi tersebut diketahui kabur dari Lapas Nirbaya Nusakambangan.
(afn/ams)
