Polisi Kantongi Identitas Terduga Perampok Aniaya Lansia di Banyumas

Polisi Kantongi Identitas Terduga Perampok Aniaya Lansia di Banyumas

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 17:10 WIB
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (18/2/2026). (Foto: Anang Firmansyah/detikJateng)
Banyumas -

Polisi masih memburu pelaku perampokan disertai penganiayaan yang menimpa warga di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Polisi menyebut sudah mengantongi identitas terduga pelaku.

"Tim reserse kami bergabung dengan Polsek, kita backup untuk mengungkap. Sejauh ini kita sudah memeriksa berbagai saksi, kemudian alat bukti sudah kami kumpulkan dan akan kita cari untuk menemukan pelakunya," kata Kapolresta Banyumas Petrus Silalahi kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Menurut dia, penyidik telah memiliki dugaan awal terkait pelaku. Namun, polisi masih menyusun dan mendalami seluruh rangkaian bukti yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada strategi penyidikan kami. Alat bukti sudah kami kumpulkan, sedang kami kumpulkan juga puzzle-puzzle-nya. Kita sudah memiliki (identitas) dugaan pelakunya," jelasnya.

Petrus menegaskan, pengejaran tidak akan berhenti pada satu orang saja. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus serupa di lokasi lain.

ADVERTISEMENT

"Ini masih kita pelajari dan kejar terus, tidak berhenti sampai satu orang, dua orang. Kita pastikan apakah ini rangkaian pelaku yang sama, komplotan pelaku di tempat lain itu, masih kita dalami," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi perampokan disertai penganiayaan terjadi di rumah warga di Desa Karangsari, Kebasen, Banyumas. Dua korban, yakni seorang ibu lanjut usia dan anaknya, disekap serta dipukuli oleh pelaku yang masuk melalui jendela depan rumah.

Kepala Dusun Karangsari RT 01 RW 01, Ikung, mengatakan peristiwa itu terjadi saat hujan deras, sekitar tengah malam.

"Jadinya itu kurang lebih jam 12 malam hujan, mereka masuk lewat jendela depan. Ibunya keluar duluan, langsung disekap dan dipukuli, lalu diikat pakai lakban," kata Ikung saat dihubungi detikJateng, Minggu (15/2) malam.

Tak lama kemudian, anak korban yang sedang tidur di bagian belakang rumah keluar dan langsung diserang para pelaku.

"Anaknya yang tidurnya di belakang keluar juga, langsung diserang, dipukuli, lalu diikat juga sama lakban," ujarnya.

Setelah kedua korban tak berdaya, para pelaku mengacak-acak isi rumah untuk mencari harta benda. "Setelah dua-duanya diikat, mereka nyari uang sama emas di lemari. Di rumah itu diberantakin semua, nyari sendiri," lanjut Ikung.

Di dalam rumah saat kejadian hanya ada dua orang, yakni ibu bernama Parsiti dan anaknya, Parno. "Ibunya itu usianya sekitar 70-an, anaknya umurnya kurang lebih 44 tahun," kata Ikung.

Dari rumah korban, pelaku membawa kabur uang tunai, perhiasan emas, dan kartu ATM. "Uang cash itu sekitar Rp 7 jutaan lebih. Kalau perhiasan emas kurang lebih 95 sampai 100 gram. Yang lain itu ATM," jelasnya.



(aku/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads