Kasus perampokan terjadi di rumah seorang lansia di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Warga menyebut korban sempat disekap dan dipukuli oleh pelaku.
Kepala Dusun Karangsari RT 01 RW 01, Ikung, mengatakan peristiwa itu terjadi saat hujan deras.
"Kejadiannya (Sabtu) kurang lebih jam 12 malam, hujan. Mereka masuk lewat jendela depan. Ibunya keluar duluan, langsung disekap dan dipukuli, lalu diikat pakai lakban," kata Ikung saat dihubungi detikJateng, Minggu (15/2/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama berselang, putra korban yang sedang tidur di bagian belakang rumah juga dianiaya.
"Anaknya yang tidurnya di belakang keluar juga, langsung diserang, dipukuli, lalu diikat juga sama lakban," ujar Ikung.
Setelah kedua korban tak berdaya, para pelaku kemudian mengacak-acak seisi rumah untuk mencari harta benda.
"Setelah dua-duanya diikat, mereka nyari uang sama emas di lemari. Di rumah itu diberantakin semua, (pelaku) mencari sendiri," ucap Ikung.
Ikung menuturkan, saat kejadian, di dalam rumah itu hanya ada dua orang, yakni si ibu yang bernama Parsiti dan putranya, Parno.
"Ibunya itu usianya sekitar 70-an, anaknya umurnya kurang lebih 44 tahun," kata dia.
Menurut Ikung, pelaku akhirnya kabur membawa sejumlah uang tunai dan perhiasan emas.
"Uang cash itu sekitar Rp 7 jutaan lebih. Kalau perhiasan emas kurang lebih 95 sampai 100 gram. Yang lain itu ATM," ucap dia.
Ikung mengatakan, harta yang dirampas pelaku merupakan tabungan milik salah satu anak korban yang bekerja di luar negeri.
"Korban ini kan tidak bekerja. Yang kerja itu anak perempuannya yang ada di luar negeri. Jadi itu harta tabungan anaknya," ucap dia.
Berdasarkan keterangan korban, jumlah pelaku diperkirakan lebih dari satu orang.
"Informasinya ada dua orang yang kelihatan sama ibu dan anaknya. Semuanya pria. Pakai bahasa Jawa, logatnya ngapak," kata Ikung.
"(Korban) Sempat diancam, ditanya mau hidup apa mau mati, waktu mereka menganiaya," sambungnya.
Aksi perampokan itu diperkirakan berlangsung sekitar setengah jam. Setelah berhasil menggondol barang berharga, para pelaku kabur melalui jendela yang sama.
"Kejadiannya kurang lebih setengah jam. Setelah merampok langsung pergi lewat jendela juga. Waktu itu tidak ada yang melihat karena pas hujan," tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum.
"Korbannya sudah divisum, dibawa ke rumah sakit. Sekarang sudah sehat, cuma masih sakit-sakitan dan trauma, baik ibunya maupun anaknya," pungkas Ikung.
Penjelasan Polisi
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, mengatakan saat ini jajarannya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus tersebut.
"Upaya kami, pertama, saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Saksi-saksi diperiksa secara intensif dan simultan," kata Petrus saat dimintai konfirmasi, Minggu (15/2) malam.
Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, menambahkan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Tadi pagi dari tim Ident sudah olah tkp dan tim Resmob sedang penyelidikan, kita maksimalkan untuk bisa ungkap," kata Ardi saat dihubungi detikJateng.
(dil/dil)











































