Jabodetabek

Ibu-2 Anaknya Tewas Diracun Anak Tengah gegara Dendam Diperlakukan Berbeda

Rizky Adha Mahendra - detikJateng
Jumat, 06 Feb 2026 14:48 WIB
Foto: Tiga orang sekeluarga ditemukan tewas di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Warga menceritakan, para korban awalnya ditemukan keluarganya yang pulang bekerja. (Devi P/detikcom)
Solo -

Pembunuhan tragis menimpa sekeluarga terdiri dari ibu dan dua anaknya di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Ketiganya tewas karena diracun anak tengah atau anak ketiga korban, yang dendam karena merasa diperlakukan berbeda.

Sang ibu, SS (50), ditemukan tergeletak bersama anaknya pada Jumat (2/1) pagi. Berdasar pemeriksaan, SS tewas bersama AAL (27) yang merupakan anak sulung dan AAB (13), yang notabene anak bungsu SS.

Saat itu mereka ditemukan oleh anak kedua SS, Dafi, yang baru saja pulang dari bekerja. Adapun anak ketiga, AS atau S (22), kondisinya selamat dan dilarikan ke rumah sakit.

Sekeluarga Tewas Diracun

Polisi pun sempat memeriksa AS.

"Kemudian serangkaian pemeriksaan ini berjalan hingga akhirnya pada tanggal 4 Februari atas hasil pemeriksaan dari Puslabfor, dokter dan juga bukti toksikologi serta hasil pemeriksaan saksi-saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (6/2/2026), dilansir detikNews.

Setelah diperiksa, AS kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan dengan menggali keterangan sejumlah pihak dan menyelidiki berbagai barang bukti.

"Hasil pengamatan kami berdasarkan barang bukti lainnya, sehingga kami menetapkan saudara S sebagai pelaku atau tersangka dari perkara peristiwa keracunan tersebut dimana saudara S memang dengan sengaja meracun ketiga korban tersebut," jelasnya.

Dendam Merasa Diperlakukan Berbeda

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno, menyatakan motivasi AS dikarenakan dia dendam diperlakukan berbeda oleh keluarganya.

"Dari hasil pemeriksaan kami, motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya," terang Onkoseno.




(apu/ams)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork