Fakta-fakta Pengeroyokan Maut Pesilat di Mranggen Demak

Round-Up

Fakta-fakta Pengeroyokan Maut Pesilat di Mranggen Demak

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 28 Des 2025 07:02 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Dok. detikcom)
Demak -

Seorang pesilat Mohammad Bimo Saputra (17) tewas dikeroyok di Jembatan Layang Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Tiga orang terduga pelaku pengeroyokan diamankan polisi. Pengeroyokan diduga dipicu karena menggeber motor. Berikut fakta-fakta pengeroyokan maut di Mranggen, Demak.

Ramai di Grup WA

Informasi adanya seorang pesilat yang tewas dikeroyok ramai beredar di sejumlah grup WhatsApp. Dalam pesan yang beredar disebutkan peristiwa terjadi pada Jumat (26/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban yakni seorang pesilat Semarang, Mohammad Bimo Saputra (17).

"Warga Dukuh Blancir Kelurahan Plamongansari Kecamatan Pedurungan ini dihajar sampai meninggal dunia oleh sekelompok geng balapan liar di Jalan Brigjend Sudiarto depan kompleks Perumahan Plamongan Indah, Semarang," tulis pesan tersebut, dilihat detikJateng Sabtu (27/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya, korban disebut mengikuti acara pertemuan anggota Pagar Nusa lintas daerah di Lapangan Pucanggading, Mranggen pada Kamis (25/12/2025) malam. Setelah acara berakhir, korban ikut mengantar teman-temannya yang hendak pulang ke arah Karangawen.

"Ketika melewati lokasi balapan liar, rombongan dia dikejar dan diteriaki "Gangster". Lalu dikejar sambil dilempari batu hingga depan Pasar Mranggen," tulis pesan tersebut.

ADVERTISEMENT

Setibanya di Jembatan Layang Ganefo, rombongan korban disebut ditendang oleh pengejar hingga terjatuh.

"Lalu langsung dianiaya puluhan orang dengan pukulan, tendangan sampai terkapar. Lalu diinjak dan dihantam pakai papan skateboard hingga menyebabkan dia meninggal dunia ketika Polisi tiba dan membawa ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen," lanjut pesan tersebut.

Sempat Dilarikan ke RS

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan di Jembatan Layang Ganefo pada Jumat (27/12) dini hari. Korban disebut meninggal usai dilarikan ke rumah sakit.

"Kronologi awal itu kita kemarin dapat laporan dari Polsek Mranggen ada korban pengeroyokan. Setelah dilarikan ke rumah sakit, itu yang bersangkutan meninggal dunia," kata Anggah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh detikJateng, Sabtu (27/12/2025).

Anggah menyebut pihaknya belum bisa memastikan para pengeroyok merupakan pebalap liar. Namun ia membenarkan korban dikejar banyak orang.

"Kalau balap liar atau enggak kita belum bisa memastikan. Tapi dari CCTV kita, memang dia dikejar sama banyak orang. Nah, banyak orang ini dari kegiatan apa, aktivitas apa, itu kita belum bisa memastikan," tutur Anggah.

Anggah menyampaikan saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP dan tengah mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ini.

"Kita sedang identifikasi orang-orang di tempat kejadian. Kemarin sudah kita cek tempat kejadian perkaranya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita amankan beberapa orang yang memang terlibat pengeroyokan," pungkasnya.

3 Terduga Pelaku Diamankan

Anggah mengatakan pihaknya telah mengamankan dua orang asal Demak dan satu orang asal Grobogan. Salah satunya adalah anak di bawah umur.

"Sudah kita amankan 3 orang. Satu orang Grobogan, satu orang Demak, dan satu anak Demak," kata Anggah melalui sambungan telepon pada detikJateng, Sabtu (27/12/2025).

Anggah mengungkapkan pihaknya mengamankan sejumlah orang berdasarkan alat bukti yang telah diperoleh polisi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut.

"Dari alat bukti yang ada berupa video yang ada. Sekarang masih kita lakukan pemeriksaan," ujar Anggah.


Motif Pengeroyokan

Polisi mengungkap motif pengeroyokan maut tewaskan pesilat Mohammad Bimo Saputra (17) di Jembatan Layang Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Pengeroyokan dipicu rombongan korban menggeber kendaraannya di depan para terduga pelaku.

Anggah mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama beberapa orang lain melintas di depan para terduga pelaku.

"Dari keterangan yang kami peroleh, para terduga pelaku ini merasa tersinggung karena korban dan teman-temannya melintas sambil geber-geber di depan mereka. Kemudian dikejar," kata Anggah saat ditelepon detikJateng, Sabtu (27/12/2025).

Anggah menyebut para terduga pelaku ini kemudian mengejar korban dari arah Semarang menuju Karangawen.

"Awalnya itu dari jalan arah Semarang menuju Karangawen, kemudian dikejar sampai Flyover Ganefo," ungkap Anggah.

Tepis Masalah Antarpeguruan

Anggah membantah bahwa pengeroyokan ini dilatarbelakangi adanya konflik antarperguruan silat.

"Enggak ada sangkut pautnya karena korban dari Pagar Nusa kemudian dikeroyok anak perguruan silat lain itu enggak ada, jadi murni karena person to person," tegas Anggah.

Terkait dugaan para terduga pelaku sedang melakukan aksi balap liar, Anggah menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kepada saksi dari pihak korban.

"Akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada para saksi dari pihak korban untuk bisa menjelaskan secara menyeluruh berawal bagaimana peristiwa ini," jelas Anggah.

"Sekarang teman-teman korban juga dihadirkan, nanti hasil pemeriksaannya akan segera kita sampaikan secara menyeluruh," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyimak Cerita dan Doa di Acara Grebeg Besar Demak, Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik] (apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads