3 Orang Diduga Pengeroyok Tewaskan Pesilat Remaja di Mranggen Ditangkap

3 Orang Diduga Pengeroyok Tewaskan Pesilat Remaja di Mranggen Ditangkap

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 27 Des 2025 14:33 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi remaja tewas dikeroyok. Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Demak -

Seorang anggota Perguruan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Mohammad Bimo Saputra (17) dikeroyok sejumlah orang di Jembatan Layang Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Jumat (26/12) dini hari. Polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam peristiwa ini.

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono mengatakan pihaknya telah mengamankan dua orang asal Demak dan satu orang asal Grobogan. Salah satunya adalah anak di bawah umur.

"Sudah kita amankan 3 orang. Satu orang Grobogan, satu orang Demak, dan satu anak Demak," kata Anggah melalui sambungan telepon pada detikJateng, Sabtu (27/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggah mengungkapkan pihaknya mengamankan sejumlah orang berdasarkan alat bukti yang telah diperoleh polisi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut.

"Dari alat bukti yang ada berupa video yang ada. Sekarang masih kita lakukan pemeriksaan," ujar Anggah.

ADVERTISEMENT

Terpisah, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pagar Nusa Pusat, Agus Munif, mengatakan sekitar 20 orang perwakilan dari Pagar Nusa telah mendatangi Mapolres Demak siang ini. Pihaknya menuntut sejumlah terduga pelaku lain diamankan dan keadilan bagi korban.

"Terduga pelaku tiga orang sudah ditangkap, informasinya seperti itu. Tuntutannya dari kami dan keluarga korban juga untuk segera menangkap pelaku yang belum tertangkap," kata Munif.

"Harapannya dari kami karena ini negara hukum ya, apapun tindakan apalagi ini tindakan yang memang sudah menghilangkan nyawa seseorang, maka tuntutan kami tetap diproses secara hukum yang berlaku," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar pesan siaran di sejumlah grup WhatsApp tentang kabar pengeroyokan seorang anggota perguruan silat hingga mengakibatkan meninggal dunia di wilayah Mranggen, Kabupaten Demak. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

Dalam pesan beredar, disebutkan peristiwa terjadi pada Jumat (26/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban yakni seorang pesilat Semarang, Mohammad Bimo Saputra (17).

"Warga Dukuh Blancir Kelurahan Plamongansari Kecamatan Pedurungan ini dihajar sampai meninggal dunia oleh sekelompok geng balapan liar di Jalan Brigjend Sudiarto depan kompleks Perumahan Plamongan Indah, Semarang," tulis pesan tersebut, dilihat detikJateng Sabtu (27/12).

Mulanya, korban disebut mengikuti acara pertemuan anggota Pagar Nusa lintas daerah di Lapangan Pucanggading, Mranggen pada Kamis (25/12) malam. Setelah acara berakhir, korban ikut mengantar teman-temannya yang hendak pulang ke arah Karangawen.

"Ketika melewati lokasi balapan liar, rombongan dia dikejar dan diteriaki "Gangster". Lalu dikejar sambil dilempari batu hingga depan Pasar Mranggen," ujarnya.

Setibanya di Jembatan Layang Ganefo, rombongan korban disebut ditendang oleh pengejar hingga terjatuh.

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan di Jembatan Layang Ganefo pada Jumat (27/12) dini hari. Korban disebut meninggal usai dilarikan ke rumah sakit.

"Kronologi awal itu kita kemarin dapat laporan dari Polsek Mranggen ada korban pengeroyokan. Setelah dilarikan ke rumah sakit, itu yang bersangkutan meninggal dunia," kata Anggah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh detikJateng, Sabtu (27/12/2025).



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads