Polisi mengungkap motif pengeroyokan maut tewaskan pesilat Mohammad Bimo Saputra (17) di Jembatan Layang Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Pengeroyokan dipicu rombongan korban menggeber kendaraannya di depan para terduga pelaku.
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama beberapa orang lain melintas di depan para terduga pelaku.
"Dari keterangan yang kami peroleh, para terduga pelaku ini merasa tersinggung karena korban dan teman-temannya melintas sambil geber-geber di depan mereka. Kemudian dikejar," kata Anggah saat ditelepon detikJateng, Sabtu (27/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggah menyebut para terduga pelaku ini kemudian mengejar korban dari arah Semarang menuju Karangawen.
"Awalnya itu dari jalan arah Semarang menuju Karangawen, kemudian dikejar sampai Flyover Ganefo," ungkap Anggah.
Anggah membantah bahwa pengeroyokan ini dilatarbelakangi adanya konflik antarperguruan silat.
"Enggak ada sangkut pautnya karena korban dari Pagar Nusa kemudian dikeroyok anak perguruan silat lain itu enggak ada, jadi murni karena person to person," tegas Anggah.
Terkait dugaan para terduga pelaku sedang melakukan aksi balap liar, Anggah menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kepada saksi dari pihak korban.
"Akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada para saksi dari pihak korban untuk bisa menjelaskan secara menyeluruh berawal bagaimana peristiwa ini," jelas Anggah.
"Sekarang teman-teman korban juga dihadirkan, nanti hasil pemeriksaannya akan segera kita sampaikan secara menyeluruh," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang anggota perguruan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa, Mohammad Bimo Saputra (17) tewas dikeroyok sejumlah orang di Jembatan Layang Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Jumat (26/12) dini hari. Polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam peristiwa ini.
Anggah mengatakan pihaknya telah mengamankan dua orang asal Demak dan satu orang asal Grobogan. Salah satunya adalah anak di bawah umur.
"Sudah kita amankan 3 orang. Satu orang Grobogan, satu orang Demak, dan satu anak Demak," kata Anggah.
Anggah mengungkapkan pihaknya mengamankan sejumlah orang berdasarkan alat bukti yang telah diperoleh polisi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut.
"Dari alat bukti yang ada berupa video yang ada. Sekarang masih kita lakukan pemeriksaan," ujar Anggah.
Terpisah, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pagar Nusa Pusat, Agus Munif, mengatakan sekitar 20 orang perwakilan dari Pagar Nusa telah mendatangi Mapolres Demak siang ini. Pihaknya menuntut sejumlah terduga pelaku lain diamankan dan meminta keadilan bagi korban.
"Terduga pelaku tiga orang sudah ditangkap, informasinya seperti itu. Tuntutannya dari kami dan keluarga korban juga untuk segera menangkap pelaku yang belum tertangkap," kata Munif.
"Harapannya dari kami karena ini negara hukum ya, apapun tindakan apalagi ini tindakan yang memang sudah menghilangkan nyawa seseorang, maka tuntutan kami tetap diproses secara hukum yang berlaku," tambahnya.
