Pemuda Jepara Perkosa Gadis di Bawah Umur, Berawal Kenal dari Game Online

Pemuda Jepara Perkosa Gadis di Bawah Umur, Berawal Kenal dari Game Online

Dian Untoro Aji - detikJateng
Jumat, 30 Sep 2022 20:52 WIB
Illustrator 10 with Transparencies. Tight vector background illustration of a stop sign with the graffiti word
ilustasi pemerkosaan. Foto: iStock
Jepara -

Pemuda berinisial MS (22) di Kabupaten Jepara ditangkap polisi karena diduga telah memperkosa gadis di bawah umur yang juga seorang pelajar. Keduanya berkenalan lewat permainan game online.

"Kejadian bermula saat korban kenal tersangka berawal dari permainan game online Mobile Legend, hingga akhirnya bertukar Hp dan berpacaran," jelas Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat (30/9/2022).

Rozi menjelaskan modus tersangka mengancam korban akan menyebar foto bugil jika tidak memenuhi nafsunya. Korban pun akhirnya menuruti kemauan tersangka hingga dikeluarkan dari sekolah.


"Modus tersangka mengancam korban apabila tidak menuruti keinginan tersangka, akan menyebarkan foto-foto bugil korban yang sebelumnya sudah dimiliki pelaku kepada keluarga, teman, dan guru korban. Tersangka lalu menyetubuhi korban," jelasnya.

Dia menerangkan kejadian bermula saat korban dan tersangka berkenalan dari permainan game online. Singkat cerita tersangka meminta foto korban yang tidak menggunakan pakaian, korban pun menurutinya karena sudah berpacaran.

Dijelaskan korban lalu diajak ketemu dengan tersangka di wilayah Ngabul, Jepara pada Jumat (10/9/2021) lalu. Tersangka mengajak ke hotel. Setelah di hotel, tersangka mengajak korban untuk berhubungan layaknya suami istri.

"Korban sempat menolak. Namun korban hendak keluar kamar dan pulang namun kunci kamar langsung diambil oleh tersangka dan disembunyikan," kata Rozi.

Terakhir tersangka ketemu dengan korban pada Senin (22/7/2022) di sebuah hotel. Tersangka selepas pulang dari bekerja luar kota mengajak korban untuk melakukan hubungan suami istri. Lagi-lagi kata Rozi tersangka mengancam akan menyebarkan video dan foto bugil kepada keluarga dan teman sekolah.

"Sejak terakhir itu korban merasa capek dan memblokir nomor tersangka dan akhirnya tersangka menyebar foto-foto bugil kepada keluarga, teman dan guru. Korban akhirnya dikeluarkan dari sekolahnya," ungkap Rozi.

Keluarga korban pun melaporkan kepada polisi. Tersangka akhirnya diamankan polisi dan dibawa ke Mapolres Jepara. "Pasal 81 dan/atau 82 UU nomor 17/2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun," tegas Rozi.



Simak Video "Dukun Diperiksa Jadi Saksi Kasus Mutilasi PNS Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/aku)