Korban Teror Penembakan Mobil di Pekalongan Minta Perlindungan Polda

Korban Teror Penembakan Mobil di Pekalongan Minta Perlindungan Polda

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 08:58 WIB
Subheki (kaus hitam) yang mengalami teror penembakan misterius di Kajen Pekalongan, bersama rekannya mendatangi Polda Jateng, Semarang, Rabu (28/9/2022).
Subheki (kaus hitam) yang mengalami teror penembakan misterius di Kajen Pekalongan, bersama rekannya mendatangi Polda Jateng, Semarang, Rabu (28/9/2022). Foto: dok. Istimewa
Semarang -

Korban aksi teror berupa penembakan misterius di Kajen, Kabupaten Pekalongan meminta perlindungan kepolisian. Korban Ketua Forum Pekalongan Bangkit (FPB) bernama Subekhi itu berharap kasus teror yang dialaminya segera terungkap.

Subekhi datang ke kantor Polda Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu (28/9/2022) malam. Ia mengatakan kasus teror itu terjadi tanggal 23 September 2022 dan langsung ke Polres Pekalongan sehari setelahnya.

"Setelah saya kejadian besoknya laporan ke Polres dan juga minta perlindungan diri. Ini ke Semarang minta perlindungan diri juga," kata Subekhi di Mapolda Jateng.


Ia mengatakan kepolisian sudah bergerak dan kini dirinya sedang menunggu perkembangan. Ia berharap pelaku cepat tertangkap.

"Harapannya cepat tertangkap dan amanlah. Kita sebagai penggiat dapat perlindungan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, teror penembakan misterius itu terjadi pada Jumat 23 September 2022 sekitar pukul 22.27 WIB di perumahan Wisma Pratama Asri, Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen. Ketika itu rombongan aktivis Forum Pekalongan Bangkit (FPB) pulang dari Pemalang menggunakan mobil HRV dan Xenia.

"Kami berenam baru pulang dari Pemalang. Saya naik mobil HRV berempat. Dua lagi naik Xenia. Sampai di depan rumah membuka pintu pagar. Dari arah barat ada satu orang naik motor nggak pakai lampu, helm hitam, semuanya tampak serba hitam. Motornya kalau tidak salah matik, kemudian melintas, tiba-tiba terdengar suara keras sekali 'toaarrrr'," jelas Subekhi, Rabu (28/9).

Sempat dikira petasan, ternyata ada lubang di bagian bawah pintu mobil Xenia. Keesokan harinya ia lapor ke Polres Pekalongan dan menurutnya langsung dilakukan tindakan oleh TKP termasuk dari Labfor.

"Ya benar adanya laporan itu. Kita masih nunggu hasil labfor," kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria saat dimintai konfirmasi detikJateng, Rabu (28/9).



Simak Video "Polda Jateng Ciduk 22 Orang Kasus Illegal Mining"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)