OTT KPK di Mahkamah Agung, Pecahan Uang Asing Ikut Disita

Nasional

OTT KPK di Mahkamah Agung, Pecahan Uang Asing Ikut Disita

Tim detikNews - detikJateng
Kamis, 22 Sep 2022 18:46 WIB
Ilustrasi Dolar AS
Ilustrasi. Foto: Ari Saputra
Solo -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Mahkamah Agung (MA). Terdapat beberapa orang yang ditangkap dalam OTT itu.

Selain itu, KPK juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang asing.

"Sebagaimana informasi yang kami terima, Rabu malam (21/9), tim KPK melakukan tangkap tangan pada beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara di MA," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, dikutip dari detikNews, Kamis (22/9/2022).


Menurut Ali Fikri, KPK menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya adalah uang dengan mata uang asing.

"Pada kegiatan ini juga turut diamankan sejumlah barang antara lain berupa uang dalam pecahan mata uang asing yang hingga saat ini masih dikonfirmasi ke para pihak yang ditangkap tersebut," katanya melanjutkan.

Hingga kini KPK masih memeriksa orang-orang yang ditangkap dalam operasi tersebut. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status para pihak yang terjaring OTT tersebut.

Ali Fikri berjanji akan segera memberikan keterangan setelah proses pemeriksaan tersebut selesai.

Tangkap Hakim Agung

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Mahkamah Agung (MA). Salah satu pihak yang kena OTT adalah hakim agung.

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, dilansir detikNews, Kamis (22/9).

Ghufron mengaku KPK prihatin. KPK berharap tidak ada kasus serupa lagi. Apalagi menyeret oknum aparat hukum.

"KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa ternyata menjualnya dengan uang," ujarnya.

"Padahal sebelumnya KPK telah melakukan pembinaan integritas di lingkungan Mahkamah Agung. Baik kepada hakim dan pejabat strukturalnya harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama," imbuhnya.



Simak Video "KPK OTT di Mahkamah Agung, Pecahan Uang Asing Disita"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)