Round-Up

9 Fakta Lengkap Pengeroyokan Berujung Tewasnya Tri Fajar Suporter PSS Sleman

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 04 Agu 2022 07:01 WIB
Suasana pemakaman suporter PSS Sleman Tri Fajar di Makam Glendongan I, Tambakbayan, Depok, Sleman, Rabu (3/8/2022).
Suasana pemakaman suporter PSS Sleman Tri Fajar di Makam Glendongan I, Tambakbayan, Depok, Sleman, Rabu (3/8/2022). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJateng
Solo -

Seorang supporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah (23) meninggal dunia setelah dikeroyok sejumlah orang di sekitar Mirota Babarsari, Depok, Sleman, Senin (25/7) malam. Tri Fajar meninggal pada Selasa (2/8/2022) siang setelah koma 8 hari di RSPAU Hardjolukito. Dua tersangka pengeroyokan itu sudah ditangkap. Polisi masih memburu tersangka lainnya.

1. Makan Terakhir Bersama Ayah

Menurut pihak keluarganya, Tri Fajar saat itu hanya berniat menyaksikan konvoi supporter bersama temannya. Ayah Fajar, Wahyudi (59) menceritakan sebelum kejadian Tri Fajar tengah makan bersama dirinya. Kemudian dia ditelepon temannya, diajak menonton konvoi suporter.

"Terus masuk ke kamar kemudian ditelepon temannya dan keluar, kok kemudian saya mendengar anak saya terkena itu. Saya sakit hati, hancur hati saya," ucap Wahyudi saat ditemui di rumahnya di Dusun Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (3/8/2022).


2. Sempat Lari, Terjatuh Dua Kali

Sepenuturan rekan-rekan Fajar, Wahyudi mengatakan, saat kericuhan itu terjadi anaknya sempat berlari dan terjatuh dua kali. "Kemungkinan dikeroyok. Dari cerita teman-temannya, dia lari dan terjatuh dua kali. Dia lari dan dikejar sama yang brutal itu," tuturnya.

Dukuh Tambakbayan Widodo menambahkan, Tri Fajar menderita luka parah di kepala bagian belakang. "Dipukul apa gimana kurang tahu," kata Widodo, Rabu (3/8).

3. Koma Delapan Hari

Selama dirawat di RSPAU Hardjolukito, Tri Fajar dalam kondisi tak sadarkan diri karena luka parah di kepalanya. "Kondisinya tidak karuan Mas, tidak sadar selama 8 hari," kata Wahyudi.

"Anak saya tidak salah, anak saya ini pendiam. Sama saya dekat, ya bercanda biasa sama ibunya itu juga (dekat)," imbuh Wahyudi.

4. Ojol Makanan, Bukan Tukang Parkir

Sempat beredar kabar bahwa Tri Fajar adalah tukang parkir yang menjadi korban pengeroyokan salah sasaran. Ayahnya, Wahyudi, kemudian meluruskan kabar tersebut.

"Bukan parkir, cuma main itu. Anak saya biasanya kerja ojol makanan, bukan (tukang) parkir. Awalnya cuma diajak teman-temannya nonton konvoi. Yang parkir itu temannya, itu juga kena," ungkap Wahyudi.

Fakta-fakta seputar tersangka pengeroyokannya silakan baca di halaman selanjutnya...