Kepala Dinas di Pekalongan Diadukan ke Polisi, Dituduh Sebar Foto Wanita

Robby Bernardi - detikJateng
Rabu, 03 Agu 2022 16:31 WIB
Mapolres Pekalongan, Rabu (3/8/2022).
Mapolres Pekalongan, Rabu (3/8/2022). (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Kab Pekalongan -

Seorang kepala dinas di Kabupaten Pekalongan, diadukan oleh wanita berinisal A (36) ke Polres setempat. Wanita itu mengaku diteror melalui penyebaran foto disertai fitnah.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Isnovim membenarkan adanya aduan tersebut. Aduan A saat ini tengah ditangani unit dua. Menurutnya, aduan itu dilakukan pada Jumat (29/7).

"Aduan itu memang ada, seorang wanita adukan pria inisial EW, saat ini masih dalam penyelidikan oleh unit dua Satreskrim Polres Pekalongan," kata Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Isnovim, Rabu (3/8/2022).


Dihubungi detikJateng, A mengungkapkan alasan dirinya mengadukan EW ke kantor polisi. A mengaku EW menerornya dengan menyebar foto pribadi A.

"(Laporan) Terkait teror sama fitnah juga sih. Memang aku pernah ada hubungan dengan dia. Saat terakhir, neror ke teman-teman terdekat di lingkungan kerjaku. Bentuknya fotoku itu dengan ia teror dengan kata-kata kurang berkenan. Foto itu aku sadar sesadarnya, foto yang ambil dia sendiri," kata A.

Foto yang dimaksud, merupakan foto saat A berada di dalam sebuah hotel di Semarang. A menceritakan sudah hampir tiga tahun, menjalin hubungan dengan EW.

"Aku hanya hubungan sama dia. Dulu memang aku jalan hampir tiga tahunan jalan sama dia, pacaran sama bojone wong (suaminya orang lain), kayak disimpen," jelasnya.

Namun, saat A ingin mengakhiri hubungan terlarang tersebut, A menyebut EW justru tidak mau diputus.

"Saya itu, mau menikah sama orang lain. Dia itu awalnya nggak mau diputus, tidak terima akhirnya dia meneror seperti itu. Teror mulai akhir bulan Juni kemarin," ucapnya.

Dengan laporan ke polisi, ia meminta keadilan terkait teror dan fitnah pada dirinya dan orang-orang terdekatnya.

"Calon suami saya menerima saya apa adanya, dia nganter saya juga melaporkan (EW) ke polisi. Harapanku, ingin keadilan, nama saya sudah tercemar, dengan mengatakan saya open BO. Aku cuman ingin keadilan," katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah di kantornya, EW mengelak tuduhan tersebut. Ia mengaku hanya sebatas mengenal A sebagai relasi saja.

"Saya kenal dia. Hanya sebatas mengenalnya. Tidak ada hubungan sama sekali dengan saya. Saya tidak ada urusan dengan dia. Silakan saja mereka membuat aduan kalau memang mau digulirkan di Polres," ujar EW.

"Kalau mengarah ke saya, saya perlu pembuktian saja. Semua dibuktikan, kalau memang itu dengan jelas, monggo dibuktikan. Kalau tidak ada buktinya, hanya sepihak, saya kira tidak perlu diperpanjang lagi," ungkapnya.



Simak Video "Pernyataan Keluarga Korban Pemukulan Oknum Polisi di Pekalongan"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)