Polisi Ungkap Pemicu Anak Anggota DPRD Tewas Jadi Korban Klithih Jogja

Jauh Hari Wawan S. - detikJateng
Senin, 04 Apr 2022 16:35 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi. (Foto: Rachman Haryanto)
Sleman -

Anak anggota DPRD Kebumen, D (18), tewas usai menjadi korban klithih di Gedongkuning, Jogja, Minggu (3/4) dini hari. Polisi mengungkap korban sempat mengejar pelaku.

Direskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut kejadian itu bermula saat kelompok korban yang berjumlah tujuh orang dengan menggunakan 5 sepeda motor mampir ke warmindo. Lokasinya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) penganiayaan.

"Kelompok korban ini kok mampir di sebuah warmindo warung makan. Sebagian ada yang memproses untuk memesan makanan, sebagian besar belum sempat menyetandarkan motornya," kata Ary di Mapolda DIY, Senin (4/4/2022).


Tak berselang lama, kemudian datang lima orang menggunakan dua motor kemudian menggeber dan memainkan gas motornya. Kelompok korban kemudian mengejar dua pengendara sepeda motor itu.

"Nah hal inilah yang menjadi pemicu karena membleyer. Kelompok korban ini akhirnya berusaha mengejar kelompok pelaku ke arah utara di Jalan Gedongkuning ke arah utara. Empat motor yang mengejar dari kelompok korban," katanya.

Ternyata, lanjut Ary, kelompok pelaku itu berhenti dan memutar balik menunggu kelompok korban ini tiba di TKP. Motor pertama dari kelompok korban tidak sempat terkena pukulan benda tajam.

Nahas, korban yang berada di motor kedua terkena sabetan benda diduga gir di bagian muka. Setelah mengenai muka korban, para pelaku kemudian melarikan diri ke arah selatan.

"Nah korban berada di motor kedua, posisi dibonceng di belakang karena yang membonceng mengelak kena ke mukanya korban. Sehingga korban mengalami luka di mukanya akibat kekerasan benda tajam yang diduga berdasarkan keterangan para saksi itu menggunakan gir dan menggunakan tali," urainya.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dari Direktorat Sabhara Polda DIY yang sedang berpatroli dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Hardjolukito. Namun akhirnya korban meninggal dunia di rumah sakit.

Sejauh ini, Ary dan jajarannya telah melakukan 3 kali olah TKP. Selain itu sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan.

"Kita masih dalami dan kita masih menelusuri jejak-jejak apakah terlihat di CCTV dan sebagainya," pungkasnya.



Simak Video "Pelajar Yogyakarta Tewas Disabet Gir, Luka Berat di Wajah"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/sip)